Luis Milla: Timnas Indonesia U-22 Harusnya Lolos

Luis Milla sedih Timnas Indonesia U-22 gagal ke Piala Asia U-23.

Diterbitkan 23 Juli 2017, 23:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-22 akhirnya harus menghentikan langkah hingga kualifikasi Piala Asia U-23 saja. Timnas Indonesia gagal lolos setelah bermain imbang 0-0 melawan Thailand di laga terakhir grup H, Minggu (23/7/2017) malam.

Hujan deras yang menerpa stadion Suphacalasai membuat permainan Indonesia tidak berkembang. Ini juga berlaku untuk Thailand yang juga mengejar kemenangan agar lolos otomatis ke Piala Asia U-23.

Pada babak pertama, Timnas Indonesia U-22 kalah penguasaan bola. Indonesia beruntung bisa menjaga skor 0-0 karena diberondong serangan beruntun dari Thailand.

Di babak kedua, permainan Timnas Indonesia membaik. Tapi peluang yang dimiliki Manewar dan Sadil Ramdani gagal berbuah gol karena kurang tenang manfaatkan peluang.

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Luis Milla sendiri puji skuat asuhannya. Dia malah sedih karena Skuat Garuda tidak bisa melanjut ke Piala Asia.

"Pertandingan tadi sedih. Karena saya melihat pemain saya bekerja sangat keras. Mereka seharusnya dapat hadiah lolos dari grup. Namun sangat disayangkan hasilnya tidak mendukung," ujarnya.

Hansamu Jadi Striker

Saat pertandingan menjelang menit-menit akhir, Luis Milla sempat instruksikan bek Hansamu Yama untuk maju ke depan. Meski beresiko, Milla tetap ingin mengejar gol dengan strategi itu.

Dia punya alasan menerapkan strategi demikian. Indonesia saat itu butuh kemenangan dan hanya gol yang bisa mewujudkan target Indonesia tersebut.

"Hansamu sebagai penyerang karena waktu sudah mau habis. Kami membutuhkan dua pemain besar. Kita mencari gol lewat permainan bola panjang. Kita memahami cara bermain Thailand. Tapi ketika masuk lapangan justru lapangan sangat sulit dan pemain harus kerja keras untuk bermain di lapangan seperti ini," ujarnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Top 3 Berita Bola: Kesempurnaan Meksiko di Piala Dunia 2026, Jadi Sejarah Baru

Defri Saefullah, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan