6 Pesepak Bola Dunia yang Bangkit dari Kemiskinan

Pesepak bola dunia ini dulunya miskin, tapi hidup mereka berubah usai menjadi pesepak bola top.

Diterbitkan 12 Januari 2017, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Alexis Sanchez

Alexis Sanchez melewati masa kecil yang serba kekurangan. Di Chile sana, dia merupakan tulang punggung keluarganya sejak kecil.

Sang ibu yang bekerja sebagai petugas kebersihan memaksa Sanchez berjuang mengubah nasib. Suatu waktu dia pernah berkata, “Ketika ibu sedang membersihkan lingkungan di sekolah, saya bersembunyi karena saya tidak ingin melihat ibu di sana."
Alexis Sanchez (AFP/Ian Kington)
Pemain Arsenal ini juga pernah menjadi buruh cuci mobil. Tapi, hal itulah yang membawanya terjun ke dunia sepak bola.

Ya, Sanchez diizinkan untuk tetap bermain bola di sela-sela mencuci mobil Darisanalah kehidupan sang pemain terwujud hingga mimpi terbang ke Eropa untuk bergabung bersama Udinese dan puncaknya direkrut Barcelona serta Arsenal menjadi kenyataan.

Angel Di Maria

Di Argentina, Di Maria kecil bisa dibilang sangat sederhana. Ayahnya yang bekerja sebagai penambang batu bara membuatnya berjuang.

"Di Maria suka membantu ayahnya di pertambangan batu bara, suami saya memintanya mengisi tas dengan sekop. Angel (Di Maria) pulang dengan batu bara menutupi kepala sampai kakinya," ungkap ibunda Di Maria, Diana Hernandez kepada AS.
Angel Di Maria (EPA/Peter Powell)
Pertemuan pertama pemain Paris Saint-Germain dengan sepak bola terjadi pada berusia 6 tahun. Dia bermain untuk klub lojak, El Torito. Kariernya perlahan menanjak dan dia akhirnya dibawa terbang ke Benfica dan meniti kariernya di Eropa.

Luis Suarez

Suarez ternyata punya perjalanan panjang mengenai masa kecilnya. Kehidupannya saat masih kanak-kanak tak bisa terbilang mudah.

Penyerang Barcelona tersebut merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara. Keluarganya bisa dibilang sangat miskin, hingga dia sempat bingung mencari sesuap nasi.
Luis Suarez (AP/Alberto Saiz)
Ada kalanya pula ketika Suarez kecil harus bermain sepak bola telanjang kaki. "Boro-boro membeli sepatu, makan saja sulit. Bahkan, ketika usia 11 ," begitu mungkin ujar-ujar yang sempat membayangi Suarez kecil.

Akan tetapi, nasib baik datang. Ini setelah dia diundang dari Akademi Asosiasi Sepak Bola Uruguay. Dia berlatih dan bakatnya tercium oleh Nacional yang kemudian membawanya ke Eropa dengan bergabung bersama Groningen 2006 silam.

Cristiano Ronaldo

Ronaldo kecil adalah seorang anak biasa yang tinggal di Madeira, Portugal. Ayah dan ibunya adalah seorang tukang kebun.

Pada usia yang ke-16, Ronaldo harus membantu sang kakak, Hugo Aveiro dari kecanduan narkoba. Ibunya, Dolores Aveiro hanya menjadi tukang bersih-bersih dengan penghasilan 400 pound per bulan.
Cristiano Ronaldo (AP Photo?Ennio Leanza)
Ada satu hal menarik yang membuat Ronaldo ogah meminum alkohol sampai saat ini. Dia trauma mengosumsi minuman keras karena sang ayah meninggal lantaran menenggak terlalu banyak alkohol.

Kini, Ronaldo tak bisa dipandang remeh. Pemain yang baru saja didaulat jadi yang terbaik 2016, kini punya penghasilan 70 juta dolar per tahunnya.

I. Eka Setiawan

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan