Sukses

Piala Dunia 2022 Mungkin Digelar November atau Desember

Liputan6.com, Zurich - Waktu pelaksanaan Piala Dunia 2022 di Qatar terus menjadi polemik. Sebagai tuan rumah, Qatar mengusulkan turnamen akbar sepak bola empat tahunan itu digelar pada musim panas. Tapi, suhu di negara Teluk itu yang mencapai sampai 40 derajat Celcius pada Mei diyakini akan menimbulkan resiko potensial terhadap kesehatan pemain.

Kepala satuan tugas FIFA Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa mengatakan hanya ada dua pilihan untuk menggelar Piala Dunia di Qatar, yakni Januari/Februari atau November/Desember. Jika digelar Januari atau Februari, maka bakal bentrok dengan Olimpiade Musim Dingin 2022.

"Pemangku kepentingan khawatir bermain di musim panas, jadi kami harus mengubah ke musim dingin. Itu Januari atau November. Mereka harus membuat pilihan," kata Sheikh Salman seperti dikutip dari BBC, Selasa (24/2/2015).

"Tapi, saya pikir semua orang setuju bahwa Januari atau Februari sulit untuk digelar karena alasan yang saya sebutkan sebelumnya (Olimpiade Musim Dingin bentrokan)," tambahnya. "Satu-satunya pilihan yang saya lihat adalah November/Desember."

Namun, menggelar Piala Dunia di musim dingin bukan tanpa masalah. Sebab, tidak hanya berpengaruh kepada jadwal liga Eropa, tapi juga Piala Afrika yang dijadwalkan digelar Januari 2023 di Guinea. "Semua pihak harus berkompromi, bukan hanya orang-orang Eropa," ucap Sheikh Salman.

Baca juga:

Pellegrini: City Tahun Ini akan Berbeda

Enrique: Barcelona Bukan Unggulan

City Dinilai Lemah Tanpa Yaya Toure