Ketika Parma Sekarat: Dijual Seharga 2 Liter Bensin Premium

Bayang-bayang hukuman dari Federasi Italia (FIGC) membuat tim legendaris Italia itu terancam dibekukan.

Diterbitkan 14 Februari 2015, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Makin sekarat

Meski namanya sempat harum, Ghirardi ternyata menjadi tokoh antagonis. Ketika melepas Parma, Ghirardi akhir 2014 lalu, dia meninggalkan utang yang nilainya cukup fantastis, mencapai 200 juta euro (Rp 2,8 Triliun) di mana 96 juta euro (1,3 Triliun) di antaranya tidak bisa ditutupi dengan kredit bank.

Pengusaha minyak asal Albania kemudian datang. Rezart Taci, tepat Desember 2014 lalu. Taipan minyak itu membeli Parma seharga Rp 14 ribu. Banyak pihak meragukan, termasuk diplomat senior di Albania, Taci bisa kembali menghidupkan tim yang terletak di wilayah Emilia Romagna itu. Pasalnya, tidak diketahui pasti sumber dana Taci.

Strategi membeli Parma diduga untuk menutupi pencucian uang dan penggelapan pajak atas bisnis minyak di Albania. Praktis, klub yang pernah disinggahi pemain beken macam Fabio Cannavaro dan Gianluigi Buffon itu makin sekarat.

Kini kepemilikan Parma jatuh ke tangan pengusaha Italia, Giampietro Manenti. Dia membeli Parma melalui Mapi Group. Tugas berat jelas sudah di depan mata Manenti mengembalikan reputasi Parma yang sempat hancur lebur. Resmi memegang tampuk kepemimpinan di Parma, pekerjaan pertama Taci adalah menyelesaikan tunggakan gaji pemain, pelatih dan official.

Sebagaimana dilansir dari Skysports Italia, Manenti berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan tunggakan gaji pemain dengan batas hingga 16 Februari mendatang. “Di waktu itu, kami akan membayar tunggakan gaji dan membayar pajak. Kemudian 20 hingga 22 Februari, kami melunasi semuanya."

Bagaiamana episode lanjutan nasib Parma?

Baca Juga:

Hendak Latihan, Van Persie Distop Polisi

Van Gaal: Scholes Hanya Fans MU Bukan Legenda

Menanti Reuni Moyes dan Sir Alex di Laga Preston Vs MU

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan