SCM Cup, Pertaruhan Gengsi & Harga Diri Raksasa ISL

Meski bertajuk turnamen pra musim, SCM Cup ternyata tidak membuat 8 peserta tampil setengah-setengah.

Diterbitkan 21 Januari 2015, 10:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sengitnya persaingan SCM Cup 2015 dari awal memang telah diprediksi oleh pelatih Persebaya Surabaya, Ibnu Grahan. Dalam permainan apapun setiap tim mengincar kemenangan, kami wajib menang agar dapat membuka peluang lolos ke semifinal," jelas Ibnu.

Pelatih Persija, Rahmad Darmawan pun memanfaatkam , SCM Cup menjadi ajang simulasi menghadapi kompetisi sesungguhnya. Maka tidak heran, bila setiap peserta mulai menebar ancaman.

"Saya menjadikan kompetisi di Padang untuk mencari sekaligus memantapkan pola permainan. Dari laga Trofeo Persija, saya sudah mendapatkan gambarannya," kata pelatih yang akrab disapa RD itu.

Selanjutnya, Panas di grup B>>>

Panas di Grup B

Rivalitas di grup B memang memanas memasuki pertandingan hari kedua, di grup ini telah tercipta 16 gol dari 4 kontestan,  sedangkan  di grup A baru tercipta 7 gol dari seluruh kontestan yang tergabung di grup tersebut. 

p>Wajar  bila pertarungan menarik terjadi di grup B yang mengambil venue di Malang Jawa Timur. Empat tim besar saling unjuk taring jelang ISL yang rencananya bergulir Februari mendatang. Terlebih pemain bintang Indonesia dari dua klub besar berkumpul  di Arema dan Persipura. Dan jika menarik cerita ke belakang, dua tim tersebut berstatus finalis dan semifinalis ISL 2014.

Pelatih Arema Cronus, Suharno tampaknya ingin menghapus stigma negatif, tim kecil seperti Persela Lamongan tidak bisa berbuat banyak di event ini, meski hanya berstatus turnamen pemanasan. Dia merasakan hal itu ketika timnya harus bersusah payah meraih  kemenangan atas Persela Lamongan.

"Melawan tim papan bawah selalu menyulitkan. Musim lalu contohnya saat melawan Persita Tangerang dan Persik Kediri. Apalagi kali ini Persela tampil tanpa beban. Tapi saya yakin Persela lambat laun akan semakin bagus," kata Suharno.

p>Sementara itu, tersingkirnya Mitra Kukar dari grup B jelas membuat sang pelatih, Scoot Cooper semakin tertekan. Sejak kekalahan  2-5 dari tangan Arema di pertandingan pertama membuat pelatih asal Inggris itu tidak bisa tidur. Wajar, karena hasil itu telah mencoreng wajahnya.

"Ini pertama kalinya dalam 6 tahun, tim saya kebobolan 5 gol. Saya sampai susah tidur. Sisi positifnya adalah kami melawan 2 tim kuat di SCM Cup. Jadi, saya bisa melihat level tertinggi di sepak bola Indonesia dan saya tahu apa yang harus dilakukan," kata Cooper.

Sebelum gabung Mitra, Cooper melatih dua klub Thailand Buriram United dan Muangthong United. Dia pun membuat pembelaan atas kegagalan Naga Mekes di turnamen ini.

"Rekor saya bagus di liga dalam 3 tahun terakhir, tapi selalu jelek saat pramusim. Ini karena saya suka melakukan eksperimen saat pramusim. Saya harap fans Mitra Kukar mengerti," ucap pria asal Inggris itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Jonathan Pandapotan Purba, Antonius HermantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan