Pemerintah Siapkan Rp 31,8 Triliun untuk Bansos dan Diskon Akhir Tahun

Pemerintah menyiapkan Rp 31,8 triliun untuk bantuan pangan, subsidi upah, dan diskon Natal dan Tahun Baru guna menjaga daya beli.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 21:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 31,8 triliun untuk mendukung sejumlah program hingga akhir 2026. Anggaran tersebut mencakup bantuan pangan, bantuan subsidi upah, hingga berbagai diskon menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rangkaian program itu disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi pada penghujung tahun.

"Tadi kami sampaikan, plus program-program yang akan dilaksanakan, satu yang terkait dengan pembukaan rekening koran, yang kedua terkait dengan bantuan pangan yang 10 kilo untuk 3 bulan, yang ketiga bantuan subsidi upah," ujar Airlangga usai Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Airlangga menjelaskan, salah satu program yang disiapkan berupa bantuan pangan dalam bentuk beras sebanyak 10 kilogram selama tiga bulan. Pemerintah juga menyiapkan bantuan subsidi upah bagi pekerja yang memenuhi kriteria.

Selain bantuan tersebut, pemerintah akan menghadirkan program diskon untuk periode Natal dan Tahun Baru. Insentif ini diharapkan dapat meringankan pengeluaran masyarakat selama masa liburan sekaligus menjaga perputaran ekonomi.

"Diskon Natal Tahun baru juga seluruhnya sudah disiapkan. Dananya sekitar Rp31,8 triliun," katanya.

Anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempertahankan konsumsi masyarakat menjelang pergantian tahun, ketika kebutuhan rumah tangga dan aktivitas perjalanan biasanya meningkat.

Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat hingga Akhir Tahun

Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Airlangga juga melaporkan perkembangan kondisi makroekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih relatif kuat dan dinilai mendukung pelaksanaan program pemerintah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menyiapkan berbagai bantuan dan insentif menjelang akhir 2026. Melalui bantuan pangan, pemerintah berupaya membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Sementara itu, bantuan subsidi upah ditujukan untuk mendukung pekerja yang masuk dalam kriteria penerima.

Di sisi lain, diskon Natal dan Tahun Baru diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi selama periode liburan. Berbagai insentif tersebut juga diharapkan membantu masyarakat mengelola pengeluaran di tengah dinamika perekonomian global.

Pemerintah menilai menjaga daya beli masyarakat tetap penting agar konsumsi rumah tangga dapat terus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6