Liputan6.com, Jakarta - Mulai dari etalase toko yang hancur hingga butik-butik mewah yang dijarah, para pemilik toko di seluruh Prancis kini menghitung kerugian akibat aksi penjarahan akhir pekan lalu yang memaksa para pelaku usaha berjuang keras melindungi tempat usaha mereka.
Melansir CNA, Rabu (21/10/2026), enam orang bertopeng menggunakan pembatas jalan sebagai alat pemecah kaca untuk menghancurkan jendela butik Louis Vuitton di Place Vendome, kawasan mewah di Paris, pada Sabtu, sambil disemangati oleh puluhan orang berpakaian serba hitam.
Para pelaku tidak berhasil masuk, meski nyaris tembus. Seorang karyawan menyebutkan bahwa jendela toko merupakan kaca khusus, tetapi mereka juga merasa beruntung. Ia sangat menyayangkan kejadian tersebut.
Advertisement
“Ini bukan ulah pendemo, melainkan penjarah,” ujarnya.
Banyak toko ritel lain yang kurang beruntung pada akhir pekan yang diwarnai demonstrasi dan penjarahan di Paris. Aksi ini terpicu oleh rangkaian protes mengenai kurangnya pendanaan sekolah dan tingginya biaya hidup.
Sebuah butik Burberry menjadi salah satu target di Paris, sementara gerai Louis Vuitton dan Hermes di Marseille telah dijarah. Gerai perhiasan Graff di Place Vendome, Paris, terpaksa ditutup pada Senin akibat kaca jendela yang hancur. Sementara itu, butik Dior di Rue Saint-Honoré tetap buka, meski fasadnya dirusak oleh slogan anti-polisi dan coretan lainnya.
Pihak Berwenang Bekerja Sama dengan Platform Penjualan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4902143/original/062232900_1721985237-rafael-garcin-cE1ObffUthE-unsplash.jpg)
Pihak berwenang kini sedang berusaha menghentikan penjualan barang-barang yang telah dijarah pada platform online. Para menteri berdiskusi dengan platform penjualan seperti Vinted, Amazon, eBay, Meta dan TikTok pada Senin. Diskusi ini mencakup pembahasan tentang menghapus penjualan mencurigakan dan mengidentifikasi penjual. Beberapa barang mewah juga memiliki nomor seri atau chip khusus yang bisa membantu mengidentifikasi barang curian.
“Sejak akhir pekan ini, tim kami telah bertindak segera untuk mengidentifikasi dan menghapus iklan yang mungkin terkait dengan barang curian, dan kami telah memperketat pemantauan terhadap iklan yang mencurigakan,” kata Vinted.
“Kami secara aktif bekerja sama dengan penegak hukum dan pihak berwenang Prancis,” mereka melanjutkan.
Sementara, ritel-ritel besar lainnya juga menjadi sasaran. Cabang grup pakaian olahraga JD Sports diobrak-abrik, begitu pula sekitar 20 toko kecantikan Sephora di seluruh negeri dan sebuah toko Apple di Lille. Di pusat kota Paris, sebuah showroom Tesla dirusak dengan slogan-slogan yang menjuluki CEO Elon Musk sebagai seorang Nazi.
Sebuah cabang bank Societe Generale di dekatnya ditutup, pintunya dilumuri cat merah muda dan tulisan “Screw the RN” (‘Enyah RN’), merujuk pada partai sayap kanan ekstrem Rassemblement National, serta “Screw it all!” (‘Enyah semuanya!’) terpampang di jendela-jendela yang ditutup papan.
Advertisement
Persiapan Polisi Dinilai Tidak Seperti Biasanya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376197/original/064856700_1792312230-AP26290459019283.jpg)
Di Paris, toko-toko yang berjejer di jalur utama seperti Champs-Elysées sudah terbiasa membarikade area depan toko sebelum unjuk rasa atau perayaan olahraga yang berpotensi rusuh. Pihak berwenang pun sering meminta pengelola proyek konstruksi untuk mengamankan material bangunan.
Namun, persiapan keamanan untuk demonstrasi kali ini dinilai tidak memadai karena tidak mengikuti pola interaksi biasa antara serikat pekerja dan polisi. Pada Sabtu, aparat penegak hukum dengan cepat kewalahan.
“Kami bisa melihat polisi terdesak mundur ke ujung jalan oleh kerumunan,” kata seorang karyawan Dior yang tokonya di Rue Royale, Paris, selamat setelah para karyawan menutup tirai pengaman sekitar pukul 16.00. Di seberang jalan, jendela toko Ralph Lauren dihancurkan dan butik Kenzo dijarah.
Ia heran terhadap ketidaksiapan pihak berwajib, padahal rencana unjuk rasa tersebut telah diberitakan secara luas.
“Saya tidak paham mengapa polisi sangat tidak siap. Anak-anak saya punya media sosial dan mereka tahu akan terjadi kerusuhan akhir pekan ini,” ujar karyawan Dior tersebut.
Kondisi di kota-kota Prancis mulai tenang pada Senin malam setelah pemberlakuan jam malam membantu meredam kerusuhan.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan sedikitnya 12 petugas keamanan swasta membentuk barikade di sekitar toko utama Dior di Avenue Montaigne. Salah satu petugas keamanan, Zaur Djabrailov, menyampaikan di LinkedIn bahwa sebagian besar dari mereka secara sukarela tetap berjaga hingga larut malam pada Sabtu. “Bukan demi kemuliaan atau pujian, melainkan atas dasar solidaritas,” ungkapnya, meski para pengunjuk rasa sempat memperingatkan mereka untuk pulang demi keselamatan diri.
Kerugian Fantastis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376200/original/084715700_1792312230-AP26290458830942.jpg)
Berbagai komite yang mewakili pelaku usaha di Champs-Elysées, Saint-Honoré, Vendome, dan kawasan mewah lainnya di Paris menyatakan “mengecam keras” serangan terhadap toko-toko tersebut dan menyebutnya “sama sekali tidak dapat dibenarkan”.
“Kebebasan berdemonstrasi adalah hak dasar, kebanggaan Republik kita, dan tradisi demokrasi kita. Paris tidak boleh menyerah kepada para perusuh. Kami menolak membiarkan rasa takut menguasai jalanan kami. Mereka yang tinggal dan bekerja di sini tidak akan menerimanya,” tegas asosiasi-asosiasi tersebut dalam pernyataan bersama pada Senin.
Kerugian tidak hanya dialami perusahaan multinasional. Estimasi awal mengindikasikan sedikitnya 3.000 bisnis terdampak demonstrasi secara nasional, ujar Menteri Serge Papin, seiring janji pemerintah untuk memberikan dukungan keuangan dan ketenagakerjaan bagi korban terdampak.
Biaya kerugian asuransi diperkirakan mencapai antara 1 miliar euro (Rp 20,2 triliun) hingga 1,2 miliar euro (Rp 24,2 triliun) menurut Morningstar. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kerugian yang ditanggung asuransi sebesar 730 juta euro (Rp 14,7 triliun) akibat kerusuhan pada 2023.
“Di balik setiap etalase toko yang hancur, ada pengusaha, karyawan, keluarga, dan sering kali hasil kerja keras bertahun-tahun. Kami menolak membiarkan para pemilik toko kembali menjadi korban kekerasan yang tidak ada hubungannya dengan mereka,” kata Presiden Konfederasi Pedagang Prancis, Pierre Bosche.
Pemilik toko kecil yang menjual perlengkapan ponsel dan kebutuhan sehari-hari di dekat Gare du Nord mengaku sempat mengkhawatirkan keselamatannya ketika sekitar seratus pemuda berpakaian hitam dan bertudung mencoba mendobrak masuk pada Minggu malam. Ia memperkirakan biaya perbaikan tokonya mencapai 7.000 euro (Rp 141,6 juta) hingga 10.000 euro (Rp 202,3 juta).
“Lima belas menit terkepung sendirian di balik jendela kaca berhadapan dengan begitu banyak orang terasa sangat lama,” tuturnya sambil menahan air mata, seraya menambahkan bahwa ia telah menghubungi polisi tetapi tidak ada petugas yang datang.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376335/original/015735400_1792331510-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1414800/original/025509300_1479896721-Paris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262534/original/058192400_1781834566-091123000_1781254919-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_15.37.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378612/original/099557000_1792554290-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376199/original/077238100_1792312230-AP26290583728618.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378439/original/010350800_1792516186-IMG-20261020-WA0127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)