PNM Mekaar Cetak Nilai Manfaat 181%, Ekonomi Usaha Naik 33,8%

Riset SROI sebut setiap Rp1 investasi PNM Mekaar hasilkan manfaat Rp1,81. Kemampuan finansial nasabah melesat 53%.

 

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pengusaha ultra mikro, ketersediaan modal usaha bukan sebatas urusan menambah stok barang dagangan atau membeli bahan baku. Lebih dari itu, suntikan modal menjadi pijakan awal untuk memperluas ruang gerak bisnis sekaligus memupuk optimisme masa depan.

Peran inilah yang terus diusung PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Mengombinasikan pembiayaan dan pendampingan berkelanjutan, PNM melihat dampak pemberdayaan ini menyentuh aspek-aspek personal yang tak selalu kasatmata dari sebuah lapak atau warung rumahan.

Keberhasilan tersebut dibuktikan lewat hasil kalkulasi Social Return on Investment (SROI) Program Mekaar periode 2022–2024. Studi ini mencatat bahwa dari setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program, tercipta nilai manfaat mencapai Rp1,81 atau setara 181% dari total nilai investasi.

Peningkatan pendapatan usaha memang menjadi penyumbang manfaat terbesar dengan porsi 33,87%. Namun, dampak positifnya terus merembet pada pembukaan lapangan kerja baru serta tumbuhnya rasa percaya diri para nasabah.

Direktur Utama PNM Kindaris menggarisbawahi bahwa efektivitas pembiayaan bakal beranak pinak saat nasabah mengalami peningkatan kapasitas diri.

"Kami percaya bahwa ketika seorang nasabah semakin mampu, dampaknya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Kemampuan yang bertambah dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan optimisme, lalu ikut memengaruhi cara mereka menjalankan usaha, mengelola kehidupan keluarga, dan berinteraksi dengan lingkungan. Jadi, yang kami lihat bukan hanya usaha yang tumbuh, tetapi juga perubahan yang ikut tumbuh di sekitarnya," ujar Kindaris dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Kemampuan Finansial Naik 53,18%

Transformasi nasabah Mekaar terlihat dari lonjakan kemampuan diri secara keseluruhan yang mencapai 36%. Peningkatan paling dominan terjadi pada aspek kognitif mencakup literasi keuangan, pemahaman pinjaman, hingga pengelolaan kas usaha, yang melesat 53,18%. Di sisi lain, tingkat kepercayadirian nasabah ikut terangkat hingga lebih dari 40%.

Bagi pelaku usaha ultra mikro, bekal pengetahuan dan mentalitas ini menjadi modal krusial. Sebab, membesarkan skala usaha membutuhkan keberanian mengambil keputusan dan ketajaman melihat peluang pasar.

Melalui sinergi pembiayaan dan edukasi, PNM memastikan nilai dampak Mekaar merambah hingga ke aspek kesejahteraan dan sosial. Saat kemampuan finansial dan optimisme nasabah membaik, peran mereka dalam menopang kebutuhan keluarga serta berkontribusi bagi lingkungan sekitar pun makin solid.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah pembiayaan tak berhenti saat modal berubah menjadi barang di etalase toko. Manfaat terbesarnya justru mengakar dalam keseharian nasabah: keputusan bisnis yang kian matang, cara pandang yang makin optimistis, dan keyakinan teguh untuk melangkah lebih jauh.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6