Danantara Gelontorkan Rp 581 Miliar Sulap RSPP Jadi Rumah Sakit Terbaik

Danantara menyiapkan Rp 581 miliar untuk transformasi RSPP menjadi Indonesia Hospital dengan layanan kesehatan berstandar nasional dan internasional.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 08:50 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara menyiapkan investasi Rp 581 miliar untuk mentransformasi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Proyek ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menjadikan RSPP sebagai rumah sakit unggulan nasional atau Indonesia Hospital.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan RSPP harus menjadi rumah sakit kebanggaan Indonesia dengan standar pelayanan terbaik.

“Ini jadi Indonesia Hospital. Jadi, jangan tanggung-tanggung. Maunya memang ini flagship-nya kita, kayak orang kalau ke Indonesia itu rumah sakit terbaik. Itu harusnya rumah sakit kita,” ujar Dony dikutip Antara, Kamis (15/10/2026).

Rencana transformasi tersebut dibahas Dony bersama jajaran direksi Indonesia Healthcare Corporation (IHC) di Wisma Danantara. RSPP akan menjadi proyek percontohan sebelum peningkatan kualitas layanan diterapkan di 38 rumah sakit lain yang dikelola IHC.

Transformasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan medis, pembaruan fasilitas, penguatan tenaga profesional, hingga perbaikan pengalaman pasien.

Langkah ini juga ditujukan untuk mewujudkan arahan Presiden RI agar RSPP berkembang menjadi Indonesia Hospital yang mampu bersaing dengan rumah sakit berstandar internasional.

 

 

RSPP Tambah 110 Dokter Spesialis hingga 2030

Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus transformasi RSPP. IHC merencanakan perekrutan 40 dokter spesialis dalam dua tahun ke depan dan penambahan 70 dokter spesialis baru hingga 2030.

Selain tenaga medis, pembaruan juga mencakup perekrutan perawat dan pekerja baru untuk mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan rumah sakit.

“Kita perlu memulai rekrut dokter baru dan juga perawat baru dan pekerja baru. Kami memerlukan darah baru, darah muda, untuk transformasi budaya,” ujar Dony.

Dari sisi operasional, transformasi RSPP mencakup peningkatan kapasitas tempat tidur, pembenahan proses pelayanan, serta penguatan keselamatan pasien.

Peningkatan layanan juga akan dilakukan melalui pemanfaatan fasilitas fisik dan digital agar pengalaman pasien semakin baik.

Investasi Rp 581 miliar disiapkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pengembangan tersebut. Dengan pembenahan menyeluruh, RSPP diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan medis.

 

Transformasi RSPP Ditargetkan Rampung Pertengahan 2028

Transformasi RSPP dirancang berlangsung selama 24 bulan. Namun, Dony meminta jajaran direksi IHC mempercepat pelaksanaan agar seluruh proses dapat diselesaikan pada pertengahan 2028.

Untuk menjaga mutu pekerjaan dan ketepatan waktu, direksi IHC juga diminta melibatkan kontraktor profesional yang memiliki pengalaman dalam pembangunan dan renovasi fasilitas rumah sakit.

Percepatan tersebut diharapkan membuat RSPP segera menjadi rumah sakit rujukan dengan standar nasional dan internasional.

Keberhasilan proyek ini nantinya akan menjadi acuan bagi peningkatan kualitas pelayanan di 38 rumah sakit lain yang berada di bawah pengelolaan IHC.

Transformasi RSPP menjadi bagian dari upaya pembenahan layanan kesehatan BUMN. Fokusnya tidak hanya pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada kualitas medis, keselamatan pasien, profesionalisme tenaga kesehatan, serta kenyamanan selama memperoleh pelayanan.

Melalui investasi Rp 581 miliar tersebut, Danantara dan BP BUMN menargetkan RSPP menjadi model pengembangan rumah sakit yang mampu meningkatkan daya saing layanan kesehatan Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6