Bahlil Ungkap Kelelawar hingga Petir Jadi Penyebab Blackout Batam

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan penyebab pemadaman listrik total di Batam, Bintan, hingga Tanjungpinang.

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 18:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan penyebab pemadaman listrik total (blackout) di Batam, Bintan, hingga Tanjungpinang. Bahlil menyebutkan, sejumlah jaringan kelistrikan mengalami gangguan akibat sambaran petir.

"Iya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam ya, Batam. Batam dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir," jelas Bahlil usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Selain itu, Bahlil menyampaikan adanya kesalahan teknis yang mengganggu instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri), salah satunya dipicu oleh hewan liar seperti kelelawar.

"Dan ada kesalahan teknis lah, kira-kira begitu. Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena kelelawar," ujarnya.

Terkait pemberian kompensasi kepada masyarakat terdampak blackout, Bahlil mengaku belum dapat memastikannya. Pihaknya bakal melakukan pembahasan lebih lanjut dengan PT PLN (Persero).

"Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN. Karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan," kata Bahlil.

 

Tak Berkaitan dengan Pasokan Batu Bara

Ia menekankan, pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan dan pembenahan agar insiden pemadaman listrik total tidak kembali terulang di kemudian hari.

"Perbaikan yang lebih intensif lagi agar kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat," ucap Bahlil.

Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar menyampaikan, pemadaman total di Batam dipicu gangguan pada peralatan teknis. Ia menegaskan insiden blackout ini tidak berhubungan dengan pasokan batu bara.

"Gangguan peralatan sih, tapi masih ditelusuri," ujar Suroso.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6