SPBU Pertamina Buka 24 Jam di 4 Wilayah Bali Ini

Selain membuka SPBU 24 jam di sejumlah wilayah di Bali, Pertamina juga menambah tenaga operator di lapangan untuk mengurai antrean.

Diterbitkan 13 Oktober 2026, 20:45 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di empat wilayah di Bali dibuka selama 24 jam penuh untuk mengurai antrean dan memastikan kecukupan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat. SPBU itu antara lain di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar dan Tabanan.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, di Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2026), mengutip Antara.

"Selain percepatan distribusi ke SPBU, tentunya peningkatan pelayanan di SPBU menjadi 24 jam, tadi sudah disampaikan untuk Denpasar dan Badung (mulai hari ini) dan tentunya dalam satu hingga dua hari ke depan juga untuk Tabanan dan Gianyar," ujar Simon.

Ia menuturkan, kebijakan ini diambil sebagai respons cepat atas dinamika distribusi BBM di sejumlah wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, Pertamina memperkuat koordinasi dengan Hiswana Migas guna menambah tenaga operator di lapangan untuk memperlancar operasional.

Penambahan personel ini dilakukan secara terukur agar para pekerja tidak mengalami kelelahan, sehingga keandalan operasional SPBU tetap terjaga dengan standar kerja yang baik.

Bahkan, PT Pertamina juga menyiapkan langkah kontinjensi dengan meminta bantuan dari pihak TNI dan Polri jika sewaktu-waktu dibutuhkan sebagai operator dalam situasi tertentu.

Peningkatan pasokan pengiriman dari kapal-kapal yang ada serta percepatan distribusi dari depo-depo menuju SPBU terus digenjot secara maksimal.

Simon menuturkan, Depo Manggis dan Sanggaran juga dioperasikan selama 24 jam penuh untuk memastikan rantai pasok dari hulu ke hilir berjalan tanpa hambatan.

Jumlah armada mobil tangki pengangkut BBM yang biasanya berjumlah 90 unit sendiri kini ditambah sebanyak 15 unit sehingga totalnya menjadi 105 armada.

Percepatan distribusi di jalan raya turut didukung Polda Bali melalui pengawalan mobil tangki menggunakan kendaraan patroli dan pengawalan.

"Kami akan terus memonitor sampai situasi ini berjalan normal, dan kami tentunya berharap bisa secepatnya ketika mulai malam ini 24 jam, distribusi kita percepat," ujar Simon.

 

Ketersediaan Pasokan BBM

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menuturkan, ketersediaan pasokan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Bali saat ini dijamin aman hingga dua minggu ke depan berdasarkan skema pengiriman yang disampaikan Pertamina.

"Jadi dengan demikian maka yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan," kata Koster.

Ia merinci, di Denpasar terdapat 54 SPBU dan di Kabupaten Badung terdapat 38 SPBU yang menjadi prioritas utama penanganan karena memiliki tingkat kebutuhan paling tinggi.

Pemprov Bali bersama Pertamina berkomitmen untuk mengelola krisis distribusi ini secara terpadu tanpa ada sikap saling lempar tanggung jawab.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak panik, serta tidak datang secara bersamaan ke SPBU demi menghindari penumpukan kendaraan di jalan raya.

"Sehingga dengan demikian masyarakat Denpasar dan Badung ini diimbau tidak perlu ramai-ramai sekarang datang ke SPBU, kalau masih ada minyaknya ya tunda dulu, mungkin nanti malam atau besok pagi," ujar Koster.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6