Gandeng Raksasa China, Tiran Nusantara Amankan Investasi Rp 10 Triliun

Tiran Nusantara Grup dan raksasa China Conch resmi teken kerja sama Rp 10 triliun untuk baterai litium hingga PLTSa.

Diterbitkan 11 Oktober 2026, 13:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Tiran Nusantara Grup resmi menyepakati kerja sama investasi tahap awal senilai Rp 10 triliun bersama perusahaan raksasa asal China, Conch Investment Holdings (Hong Kong) Ltd. Penandatanganan kemitraan strategis di sektor industri manufaktur dan energi hijau (green energy) tersebut berlangsung akhir pekan ini di Anhui, China. 

Cakupan proyek dalam kerja sama ini meliputi pembangunan pabrik bahan anoda baterai litium, pabrik kemasan plastik, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), hingga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Bagi Conch, perusahaan milik Pemerintah Republik Rakyat China, investasi ini memperkuat rekam jejaknya di Indonesia yang sebelumnya telah menanamkan modal hingga Rp 30 triliun di sektor energi baru, pengolahan limbah, serta material industri dan konstruksi berteknologi tinggi. Nilai kerja sama kedua belah pihak diproyeksikan akan terus bertambah secara bertahap.

"Kerja sama ini menegaskan kepercayaan mitra internasional terhadap iklim investasi Indonesia dan kapasitas industri nasional. Kami berkomitmen membangun industri hilir yang mampu menyerap tenaga kerja 5.000 orang dan memperkuat kemandirian ekonomi," ujar Humas PT Tiran Nusantara Grup, Rezki Mulyadi dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).

Mengenai skema kerja sama, pembentukan usaha patungan (joint venture) disesuaikan dengan fokus masing-masing proyek. Pada sebagian proyek, Tiran Nusantara Grup memegang 49% saham dan Conch 51%, sementara pada proyek lainnya porsi kepemilikan dibalik menjadi 51% untuk Tiran Nusantara Grup dan 49% bagi Conch.

Tiran Nusantara Grup sendiri merupakan kelompok usaha yang didirikan oleh Mentan Amran Sulaiman. Cikal bakal bisnis ini berakar dari riset Amran terkait penanganan hama tikus yang menghasilkan inovasi racun 'Tiran' (Tikus Diracun Amran) serta mengantongi hak paten sejak 1995, seperti Tiran 58PS dan Alpostran.

Total ada tujuh hak paten inovasi pertanian yang ia miliki dan telah dimanfaatkan jutaan petani domestik hingga diekspor ke China, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan negara lainnya.

Berawal dari modal pinjaman Rp 500 ribu pada 2004, Tiran Nusantara Grup bertransformasi menaungi puluhan anak perusahaan di sektor pertambangan, energi, perdagangan, logistik, hingga kawasan industri dengan ribuan tenaga kerja. Di lini logistik, perusahaan mengoperasikan puluhan kapal angkut, ratusan dump truck, serta alat berat sebagai tulang punggung rantai pasok.

"Seluruh perusahaan dalam Tiran Nusantara Grup dimiliki oleh Mentan Amran. Alhamdulillah lini usaha Tiran Nusantara Grup lainnya berkembang, meski usaha utama racun tikus ditutup sejak Amran pertama kali diangkat menjadi Menteri Pertanian tahun 2014, demi menjaga profesionalisme beliau," tambah Rezki.

Aksi Kemanusiaan dan Pengembangan Sosial

Di samping dunia bisnis, Andi Amran Sulaiman aktif menjalankan program kepedulian sosial. Ia telah menyalurkan ribuan beasiswa bagi anak yatim piatu, penyandang disabilitas, serta mahasiswa—termasuk 112 mahasiswa asal Palestina pada angkatan terbaru. Bantuan kemanusiaan juga rutin dikirimkan untuk korban bencana alam di dalam negeri maupun mancanegara hingga ke Turki.

Guna memperluas dampak sosial, Andi Amran Sulaiman membangun masjid senilai Rp 1 triliun berkapasitas 20.000 jemaah sebagai pusat ibadah, peradaban, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Selain itu, ia juga menanamkan investasi untuk membangun fasilitas rumah sakit setinggi 17 lantai demi membuka akses kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui kemitraan anyar ini, masuknya investasi Rp10 triliun diharapkan dapat mengakselerasi transformasi industri nasional menuju pemanfaatan energi bersih, pengelolaan limbah yang efektif, serta optimalisasi hilirisasi sumber daya alam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6