Sukses

PLN Bakal Tindak Tegas Pelaku Pencurian Aset Kelistrikan

Tindakan pencurian aset PLN ini sangat berbahaya, karena itu PLN akan menindak tegas apabila ditemukan pencurian pada aset milik PLN.

Liputan6.com, Jakarta - General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Lasiran menghimbau masyarakat Jakarta dan sekitarnya agar segera melaporkan kepada PLN apabila menemukan oknum tidak dikenal yang melakukan tindakan mencurigakan di sekitar aset PLN, baik tiang dan kabel, trafo listrik, hingga gardu listrik PLN.

Imbauan ini melihat beberapa waktu lalu ditemukan adanya kasus pencurian kabel di beberapa aset milik PLN yang dilakukan oleh oknum tidak di kenal. Pencurian kabel PLN ini tentu sangat merugikan bagi masyarakat sekitar dan juga pencuri itu sendiri.

 

Pencurian kabel bertegangan dapat menyebabkan oknum pencuri kesetrum bahkan dapat menyebabkan kematian. Tidak hanya itu, pencurian kabel listrik dapat menyebabkan gangguan kelistrikan yang bisa menyebabkan pemadaman meluas atau bahkan bisa menyebabkan kebakaran di sekitar aset yang dicuri.

“Petugas kami selalu menggunakan seragam, mengenakan tanda pengenal, juga menggunakan alat pelindung diri. Apabila ada oknum mencurigakan yang berpura-pura menjadi petugas kami. Masyarakat dapat segera melaporkan kepada kami melalui PLN Mobile,” jelas Lasiran dalam keterangan tertulis, Selasa (18/6/2024). 

Tindakan pencurian aset PLN ini sangat berbahaya, karena itu PLN akan menindak tegas apabila ditemukan pencurian pada aset milik PLN.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami, kami tidak ragu untuk melaporkan kepada pihak berwajib agar dapat di proses di jalur hukum,” ungkap Lasiran.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Menteri ESDM Arifin Tasrif Minta PLN Investigasi Pemadaman Listrik di Sumatera

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan belum mendapatkan laporan mengenai penyebab pemadaman listrik serentak di Pulau Sumatera.

"Penyebab gangguan belum, belum masuk laporan," tutur dia saat acara Media Briefing di Kantor Ditjen Migas, Jakarta, Jumat (7/6/2024).

Arifin menuturkan, telah meminta Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan untuk mengirimkan surat kepada PT PLN (Persero). Isi surat tersebut meminta PLN untuk investigasi secara menyeluruh terkait penyebab mati listrik secara serentak di Pulau Sumatera agar tak kembali terjadi di lain waktu.

"Kita sudah menyampaikan (Ditjen Gatrik) bikin surat kepada PLN," kata Arifin.

Sebelumnya, sebanyak 1,5 juta pelanggan PLN di Sumatera Barat terdampak pemadaman listrik akibat terjadinya gangguan transmisi SUTT 275 KV Lubuk Linggau-Lahat, Sumatera Selatan pada Selasa, 4 Juni 2024.

Pemadaman listrik bergilir ini sudah dirasakan besar masyarakat Sumbar sudah lebih 24 jam. Pada Rabu siang, 5 Juni 2024, pemadaman masih terjadi di sejumlah wilayah ini.

 

3 dari 3 halaman

Jutaan Terdampak

Manager Komunikasi & TJSL Unit Induk Distribusi PLN Sumbar, Yenti Elfina mengatakan, hingga Rabu pukul 10.00 WIB, sebanyak 878.049 pelanggan telah kembali menyala.

"Iya ada 1,5 juta pelanggan terdampak, 60 persen sudah kembali menyala. Secara bertahap, penormalan kelistrikan terus dilakukan," ujar dia Rabu, 5 Juni 2024.

Ia menuturkan, PLN menerjunkan ratusan petugas yang terus bersiaga di lapangan dan juga di pusat kontrol untuk pemulihan seluruh sistem secepatnya.

"PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan kelistrikan ini," ia menambahkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.