Sukses

Dirut Pupuk Indonesia Komentari Politisi Gerindra Jadi Komut Pusri: Pasti yang Terbaik

Pupuk Indonesia sangat mendukung langkah Kementerian BUMN yang menunjuk Siti Nurizka sebagai Komisaris Utama Pupuk Sriwidjaja.

Liputan6.com, Jakarta - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang merupakan bagian dari PT Pupuk Indonesia (Persero) menetapkan politikus Partai Gerindra, Siti Nurizka Puteri Jaya sebagai Komisaris Utama. Penunjukan ini dilakukan pada 10 Juni 2024.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan, pengangkatan Siti Nurizka Puteri Jaya sebagai Komisaris UtamaPusri Palembang ini merupakan keputusan yang tepat yang dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham. 

Oleh karena itu, Pupuk Indonesia sangat mendukung langkah Kementerian BUMN yang menunjuk Siti Nurizka sebagai Komisaris Utama Pupuk Sriwidjaja ini.

"Gini, kita sebagai bagian dari BUMN tentu kita mengikuti apapun keputusan dari Kementerian BUMN, saya meyakini 100 persen  yang diambil kebijakan oleh Kementerian BUMN pasti yang terbaik untuk BUMN," kata Rahmad kepada awak media di Senayan JCC, Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Rahmad menekankan keputusan untuk mengangkat orang dekat presiden terpilih Prabowo Subianto tidak menyalahi aturan. Dia optimis, kehadiran Siti Nurizka akan berkontribusi baik bagi kinerja perusahaan.

"Tidak mungkin BUMN mengambil sebuah keputusan yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah norma-norma dan aturan,  jadi kita mendukung keputusan apa dari Kementerian BUMN, insya Allah akan memberikan nilai tambah buat Republik Indonesia," tegasnya.

Seperti diketahui, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang resmi merombak jajaran dewan komisaris. Pemegang saham menetapkan politikus Partai Gerindra, Siti Nurizka Puteri Jaya sebagai Komisaris Utama.

Pupuk Sriwidjaja (Pusri) merupakan anak usaha dari PT Pupuk Indonesia (Persero). Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan dan distribusi pupuk.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Gantikan Setya Utama

Dalam dokumen yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), penunjukkan Siti Nurizka terjadi pada 10 Juni 2024. Dia sekaligus menggantikan Setya Utama yang mengundurkan diri sejak 15 Mei 2024 lalu.

Setya Utama telah menjabat Komut Pusri selama hampir 2 tahun sejak 18 Mei 2022 lalu. Saat itu, Setya menggantikan posisi Imam Apriyanto Putra.

"Mengangkat nama tersebut di bawah ini sebagai Anggota Dewan Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja Palembang: Ibu Siti Nurizka Puteri Jaya sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen," sebagaimana dikutip, Rabu (12/6/2024).

Di parlemen, Siti Nurizka saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi III DPR RI fraksi Gerindra. Dia telah menduduki posisi di Senayan itu sejak 2022 lalu.

Selain penunjukkan Siti, Pusri Palembang juga melakukan penambahan jabatan Direktur Manajemen Risiko. Namun, belum ada nama baru yang masuk untuk menduduki posisi tersebut.

Perusahaan justru menunjuk Direktur Keuangan dan Umum Pusri, Saifullah Lasinding sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Manajemen Risiko.

"Menunjuk Bapak Saifullah Lasindrang untuk melaksanakan tugas sebagai Direktur Manajemen Risiko Perseroan dengan kekuasaan dan wewenang yang sama sebagai Direktur Manajemen Risiko Perseroan, disamping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Umum Perseroan," seperti dikutip.

3 dari 3 halaman

Jajaran Komisaris dan Direksi

Atas perubahan tersebut, berikut ini daftar terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Pupuk Sriwidjaja Palembang;

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Siti Nurizka Puteri Jaya
  • Komisaris Independen: Bambang Supriyambodo
  • Komisaris: Ali Jamil
  • Komisaris: Prahoro Yulijanto
  • Komisaris: Sally Salamah
  • Komisaris: Fadjar Judisiawan

Dewan Direksi

  • Direktur Utama: Bacori Khotob
  • Direktur Operasi: Filius Yuliandi
  • Direktur Keuangan dan Umum: Saifullah Lasindrang
  • Direktur Manajemen Risiko: Saifullah Lasindrang (Plt.)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini