Sukses

Jadi Warga Batak, Erick Thohir Ingin Indonesia Tak Senasib seperti Suriah

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendapatkan anugerah yaitu diangkat sebagai anak oleh suku bangsa Batak dalam upacara adat Mangain Anak dan Mangalahat Horbo di Samosir, Sumatera Utara, yang berlangsung pada Sabtu (26/11/2022).

Dengan anugerah tersebut, dia menyandang Putra Tomok dari Samosir, dengan nama Erick Thohir Sidabutar.

“Ini menjadi kehormatan bagi saya untuk diangkat sebagai anak Keluarga Besar Harry Boss Sidabutar menjadi bagian dari Bangso Batak. Saya berharap, tali persaudaraan ini, seperti yang disampaikan oleh Opung Adian Napitupulu, dan Tulang saya, Tulang Mustar Manurung, persaudaraan adalah bukan pada saat kesenangan. Tetapi juga pada saat kesusahan,” ujar Erick dalam keterangannya, Minggu (27/11/2022).

Prosesi pemberian marga Batak tersebut bertepatan dengan diselenggarakannya Festival Tao Toba Heritage di Hotel Lopo Samosir. Festival ini digelar untuk mengajak warga mengekspolrasi Danau Toba (Tao Toba) dalam satu hari penuh dengan Cultural Experience, Music Festival, UMKM Booth, serta Fun Ride & Visit Toba Heritage.

Erick mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan perbedaan suku bangsa, budaya, dan letak geografis yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau sebagai sebuah kekuatan.

“Jangan pernah bertanya siapa kita. Karena kita adalah campuran dari berbagai suku bangsa di Indonesia. Tetapi yang harus kita tanyakan adalah, apa yang sudah diperbuat bagi bangsa kita. Kita harus membuat keberagaman ini menjadi sebuah kekuatan. Jangan selalu menjadi pertanyaan, yang terus dipertanyakan ketika kita ingin terjadi konflik,” pesan Erick.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Mengingatkan Warga Samosir

Dia pun mengajak warga Samosir mengingatkan kembali nasib negara – negara besar yang harus terpecah belah karena tidak mampu memperkuat persatuan dari keberagaman yang mereka miliki. Salah satu contohnya adalah Yugoslavia yang kini terpecah–pecah menjadi beberapa negara Balkan.

“Sebagai contoh, lihatkan Yugoslavia. Presidennya, Josip Broz Tito, adalah sahabat Presiden Pertama kita, Presiden Soekarno. Akibat banyak dorongan, akhirnya terpecah– pecah menjadi berbagai negara. Sama juga dengan Suriah yang negaranya terpecah–pecah. Itu tidak menguntungkan,” tegas Erick.

Sebagai negara yang kuat dan bersatu, menurut Erick, Indonesia memiliki potensi yang cerah karena telah memiliki modal ekonomi yang penting. Namun, potensi itu akan terganggu apabila Indonesia terjerumus pada perpecahan yang dapat menekan percepatan pertumbuhan ekonomi.

“Tidak mungkin perekonomian tumbuh jika Indonesia gonjang–ganjing. Padalah pertumbuhan ekonomi itulah yang menciptakan lapangan pekerjaan. Ini yang harus kita jaga,” ujarnya.

Momentum pemberian penghargaan Suku Bangsa Batak kepada Erick sekaligus dapat menjadi pengingat akan perlunya kerja keras. “Bangsa Batak itu pekerja keras. Mereka selalu ingin agar penerusnya dapat hidup lebih baik. Itu merupakan sebuah kultur yang luar biasa,” ujar Erick.

3 dari 4 halaman

Peringati Hari Guru, Erick Thohir Puji Guru jadi Relawan Gempa Cianjur

Menteri BUMN Erick Thohir terjun ke lokasi terdampak gempa di Cianjur, Jawa Barat, dan terus melakukan pemantauan sekaligus menyalurkan berbagai kebutuhan bagi warga terdampak.

Kunjungan Erick ke Cianjur bertepatan dengan Hari Guru 25 November 2022. Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir bertemu dengan salah satu relawan yang ternyata merupakan seorang guru.

Enam+51:06VIDEO: Aturan Bawa Uang Tunai, IPL dari dan ke Luar Indonesia Ai Masmilah namanya, usianya baru 20 tahun. Namun sudah meniti jalannya menjadi guru di Ponpes Madyan Al Qurany, Cianjur.

“Udah jadi guru, jadi relawan, tepuk tangan coba!,” ujar Erick dikutip dari akun instagramnya @erickthohir, Sabtu (26/11/2022).

Ponpes diliburkan akibat gempa yang mengguncang Cianjur beberapa hari lalu. Namun semangat Ai untuk melayani tak padam. Ia langsung terjun menjadi relawan di pengungsian.

Erick menyebut Ai adalah wajah guru Indonesia, yang siap sepenuh hati mengabdi kepada masyarakat. Terima kasih sudah berjuang, kali ini izinkan BUMN ikut berjuang untuk kalian semampu kami.

4 dari 4 halaman

Relawan Gempa

Adapun Ai mengungkapkan alasannya menjadi relawan gempa cianjur, karena dirinya berlatar belakang sebagai guru, dan berasal dari pesantren yang menjadi salah satu korban dampak gempa di Cianjur, ingin lebih bermanfaat bagi sesama.

“Kenapa mau jadi relawan, tergerak hati saya jadi relawan. Biar bisa bermanfaat bagi orang,” ujarnya.

Lebih lanjut Erick mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan 36 pesantren. Dimana setiap pesantren mewakilkan tiga guru. Kemudian BUMN bekerjasama dengan Unair. Unair yang mendidik para guru itu, bukan dari BUMN.

“Nah supaya didikan guru itu makin hari makin baik. Selamat Hari Guru untuk Ai dan seluruh pahlawan pendidikan Indonesia,” ucap Erick.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS