Sukses

Manoj Punjabi: Industri Entertainment Kekurangan SDM

Liputan6.com, Jakarta CEO dan Founder MD Entertainment Manoj Punjabi mengungkap butuh orang-orang bertalenta. Khususnya untuk memenuhi berbagai kriteria di industri hiburan atau entertainment.

Menurutnya, industri entertainment ini memiliki potensi pengembangan yang besar kedepannya. Untuk itu, talenta-talenta yang berkualitas sangat dibutuhkan.

"Saya ingin menymapikak kami ini di dunia entertainment ini punya potensi besar dan sedang kekurangan SDM, maka kami butuh talented people," kata dia di IdeaFest 2022, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (27/11/2022).

Manoj mengungkap kalau MD Entertainment, salah satu bagian dari ekosistem di EMTEK punya peran besar di industri hiburan. Baginya, MD memiliki peran dalam menjadi trendsetter serta mendorong berbagai inovasi yang ada.

Terkait talenta, Manoj menginginkan orang-orang yang bisa keluar dari zona nyaman. Baginya, itu jadi modal penting untuk bisa mengembangkan kemampuan diri untuk menjadi lebih berkualitas.

"Siapapun posisi kita, tidak boleh di comfort zone, jangan di comfort zone dan harus siap dengan perubahan," tegasnya.

Manoj mengunkapkan, keluar dari zona nyaman jadi pembeda di MD Entertainment. Formula ini yang terus dipegangnya hingga saat ini.

"Kalau saya punya formula simple, saya mau menang bukan dari production house lain, saya mau menang dari diri saya sendiri, saya lawan saya bisa lebih baik lagi," ujarnya.

"Kita gak mau di comfort zone, tim gak boleh duduk di kursi kenyamanan begini, kalau udah keenakan itu namanya downfall," sambung Manoj Punjabi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kunci Sukses

CEO MD Entertainment Manoj Punjabi mengungkap kunci suksesnya membawa film garapannya menjadi raja di layar lebar Indonesia. Konten, digadang-gadang jadi salah satu kunci penting dalam mendorong populernya setiap garapan Manoj.

MD Entertainment merupakan salah satu rumah produksi dalam ekosistem di EMTEK. Manoj menyebut, marketing bukan satu-satunya cara dia mendorong film-film nya sukses. Sebagai contoh, KKN di Desa Penari yang berhasil menyita perhatian 9,2 juta penonton.

"Anda lihat MD selalu kebanyakan film sukses itu kalau gak dari buku ataucerita viral di twitter. Selalu ada source-nya, bagi saya, itu cermin dan itu penting," kata dia saat menjadi pembicara di IdeaFest 2022, Jakarta Convention Center, Minggu (27/11/2022).

Melihat kesuksesan film KKN di Desa Penari, Manoj punya cara sendiri dalam memasarkannya. Jika biasanya, banyaj artis dibawa ke dalam bioskop atau roadshow, di sisi marketing, dia tak lagi melakukan itu.

"Jadi itu strateginya melalui social media, digital campaign dan TV Ads, itu sangat pentingz menhgingat di Indoenesia audiensnya masih sangat besar," ungkapnya.

 

3 dari 4 halaman

Marketing Bukan Satu-satunya

Kembali lagi, marketing bukan jadi satu-satunya jurus. Termasuk, soal Manoj yang memundurkan waktu tayang film ini hingga di awal tahun 2022, bersamaan dengan film asal Hollywood, Dr Strange and The Multiverse of Madness.

Namun, rilis hampir bersamaan dengan film garapan Marvel Studios bukan jadi penghalang baginya. Manoj tetap berpegang teguh pada konten yang digarapnya di KKN di Desa Penari.

"Kami percaya dengan isi produk. Kadang kita harus tau kita mau promosi gimana. Setiap film gak bisa distandarisasi," tegasnya.

 

4 dari 4 halaman

Terbuka

Secara umum, Manoj menegaskan kalau MD Entertainment yang dipimpinnya merupakan perusahaan yang terbuka dalam mengedepankan kolaborasi. Salah satunya, dia siap melakukan kerja sama dengan rumah produksi lain.

"Brand-nya saya sesuaikan, ada MD Picture, ada Blue Water, kami di MD sangat terbuka bermitra dengan production house lain yang mau dukungan marketing atau dukungan distribusi. Jadi kami join hands," ungkapnya.

Tujuan adanya kolaborasi ini, menurutnya jadi salah satu yang berperan memberikan corak pembeda dalam film. Selebihnya, dia menyerahkan ke audiens sebagai konsumen dari film garapannya.

"Supaya ada warna baru, dan biarkan ke audience mana yang layak. Jadi pada titik ini tau mana yang harus dilakukan (kedepannya)," kata Manoj Punjabi.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS