Sukses

Pertamina Hulu Energi Gencarkan Kesetaraan Gender Lewat Pemberdayaan Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berkomitmen mendorong pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender melalui program pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar daerah operasi. Program tersebut disusun secara terencana sebagai program berkelanjutan di bidang ekonomi dan sosial untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan kelompok binaan.

Diharapkan melalui program ini juga akan terjadi perubahan perilaku yang menuju perbaikan kualitas lingkungan sekitar. Bersama kelompok masyarakat, Satgas Karawang Berseri yang terdiri dari 34 perempuan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Anak Perlindungan, Lembaga Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) CARE Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Rifka Annisa Women's Crisis Center dengan total penerima manfaat mencapai lebih dari 6.350 keluarga atau lebih dari 25.000 orang. 

Program pemberdayaan perempuan unggulan ini adalah penanganan kekerasan berbasis masyarakat terhadap perempuan dan anak di Karawang, Jawa Barat atau biasa disebut ‘Karawang Berseri’ atau ‘Karawang Bebas Kekerasan Semakin Maju dan Mandiri’, yang dilaksanakan oleh PT Pertamina EP (PEP) Tambun Field yang tergabung di Zona 7 Regional Jawa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahasan dan kesadaran masyarakat tentang kesetaraan gender.

Harapannya dapat mengurangi kasus kekerasan di masyarakat dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak secara mandiri dan berkelanjutan. 

Hingga kini Subholding Upstream Pertamina tidak pernah dihadapkan pada pengaduan terkait dugaan diskriminasi dalam hal permasalah gender. Hal ini merupakan komitmen PHE untuk mencapai SDGs 5 perihal Kesetaraan. 

Program pemberdayaan perempuan lainnya juga dilaksanakan di wilayah kerja PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field, bagian dari Zona 10 Regional Kalimantan, melakukan pemberdayaan perempuan dan masyarakat difabel melalui Program Kelompok Usaha Bersama Difabel Batik (Kubedistik).

Program Kubedistik ini beranggotakan 22 penyandang disabilitas yang terdiri dari 15 orang perempuan yang tuli, memiliki cacat fisik, dan cacat intelektual. 

Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa melalui serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas, para perempuan penyandang disabilitas tersebut terampil melakukan pewarnaan batik ramah lingkungan, menjahit dan berpromosi melalui sosial media.

"Dalam waktu 3 bulan, mereka mampu bekerja secara profesional dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu, PEP Tarakan Field juga memfasilitasi pengurusan hak cipta atas motif batik yang telah dibuat," terangnya. 

Hingga kini sudah ada 6 motif yang sudah di hak ciptakan, semua motif batik yang dihasilkan murni hasil karya anggota Kubedistik. Motif tersebut terinspirasi dari kegiatan produksi minyak di Kota Tarakan serta budaya dan kekayaan alam Kota Tarakan. 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Dukungan Pemda

Program Kubedistik juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah. Salah satu berasal dari Pemerintah Kota Tarakan, melalui Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 7 Tahun 2021, Pemerintah Kota Tarakan mewajibkan PNS di Kota Tarakan memakai Batik Kubedistik setiap hari Kamis.

Dukungan pemerintah kepada Kubedistik berdampak signifikan terhadap kelancaran operasional perusahaan. Program binaan PEP Tambun Field dan PEP Tarakan Field memperoleh penghargaan International 14h Annual Global CSR Award 2022.

Kedua lapangan tersebut meraih penghargaan Gold in Empowerment of Women Award kategori Empowering Gender Equality untuk Program Kubedistik dan Karawang Berseri, yang dilaksanakan di Hotel JW. Marriot Hanoi, Vietnam, pada Kamis (3/11/2022). 

PHE juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compat (UNGC) sebagai partisipan/member sejak Juni 2022. PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek Environment, Social, dan Governance (ESG).

PHE akan terus mengembangkan pengelolaan operasi di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang environmentally friendly, socially responsible dan good governance.

 

3 dari 4 halaman

Upaya PHE Jambi Merang Bantu Dongkrak Ekonomi Warga

Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar di Dusun 7 Desa Muara Medak, Jambi, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang memberikan edukasi dan pelatihan melalui Perhutanan Sosial Inovatif Berbasis Agroforestry atau disebut hunian asry.

Melalui program hunian asry untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan usaha ternak ayam kampung-bebek, pemanfaatan lidi sawit untuk kerajinan rumah tangga, dan pengembangan tanaman obat keluarga (toga). Nobon (39), salah satu masyarakat Dusun 7 Desa Muara Medak menuturkan, usaha ternak ayam kampung-bebek dimulai sekitar akhir 2021. Pemilihan usaha ternak ayam-bebek ini lantaran melihat potensi ekonomi untuk masyarakat sekitar.

Untuk usaha ternak ayam kampung-bebek tersebut dilakukan oleh dua kelompok dengan masing-masing kelompok 10 orang. Pengembangan usaha ayam kampung-bebek ini juga dibantu oleh PHE Jambi Merang melalui pemberian bibit.

Nobon menuturkan, dengan usaha ayam kampung-beben ini juga menambah ekonomi masyarakat. “Ada tambahan penghasilan, dan menambah perekonomian masyarakat,” ujar dia saat ditemui, Selasa, 8 November 2022.

Meski pengembangan usaha ayam kampung-bebek ini masih awal, Nobon menuturkan, pihaknya sudah menjual kepada pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah sekitar Desa Muara Medak. Untuk ayam kampung-pedaging dijual sekitar Rp 37 ribu.

Untuk menjalankan usaha ayam kampung-bebek ini juga ditemui kendala terutama masalah pakan. Nobon mengatakan, semakin kecil biaya pakan, makin besar keuntungan. “Pakan ternak itu bisa Rp 700 ribu, dan biasa Rp 450 ribu per karung,” kata dia.

Untuk siasati mahalnya biaya pakan ternak, masyarakat mencari alternatif dengan memakai singkong dan budidaya maggot.

Selain mengembangkan usaha ayam kampung-bebek, peningkatan ekonomi warga lainnya melalui pemanfaatan lidi sawit. Ibu Kepala Dusun 7 Desa Muara Medak, Ina mengatakan, pembuatan lidi sawit sebagai kerajinan biasanya dipasarkan untuk hajatan.

Namun, seiring pandemi COVID-19 yang terjadi lebih dari dua tahun ini berdampak terhadap penjualan kerajinan lidi sawit. Ina mengatakan pernah mendapatkan pesanan paling banyak mencapai 10 lusin. Harga kerajinan lidi sawit tersebut sekitar Rp 80 ribu-Rp 100 ribu per lusin. “Untuk pemasaran hanya dari mulut ke mulut, kendalanya di pemasaran,” kata dia.

4 dari 4 halaman

PHE Jambi Merang Gandeng Masyarakat Cegah Kebakaran Hutan

Sebelumnya, mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di Jambi, sejumlah upaya dilakukan salah satunya melalui program perhutanan sosial inovatif berbasis agroforestry yang diterapkan PHE Jambi Merang.

Dalam program perhutanan sosial inovatif berbasis agroforestry ini melibatkan masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Apalagi bencana kabut asap di Jambi pernah terjadi pada 2015 dan 2019 akibat kebakaran hutan dan lahan.  

Untuk mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, PHE Jambi Merang pun melakukan program melalui perhutanan sosial inovatif berbasis agroforestry yang melibatkan masyarakat. Salah satunya dilakukan di Dusun 7 Mekar Jaya, Desa Muara Medak. Setelah melalui program pendidikan kepada Suku Anak Dalam, kemudian dikembangkan program perhutanan sosial.

Ketua Gapoktan Berkah Hijau Lestari Dusun 7 Mekar Jaya, Desa Muara Medak, Edi Susanto menuturkan, pengembangan program perhutanan sosial ini dalam bentuk pembuatan sekat kanal untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan.  

Saat ini, ada sekat kanal terpal dan permanen untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan tersebut. Melalui sekat kanal tersebut diharapkan dapat mengontrol tingginya permukaan air bagi lahan gambut agar tetap basah dan lembab. Adapun pemicu kebakaran dapat terjadi karena kekeringan dan kebakaran di lahan tidur.

"Sekat kanal ini fungsinya basahi gambut agar gambut tetap lembab keadaan jadi tanaman bisa hidup dan kurangi pencegahan kebakaran hutan,” ujar Edi saat ditemui Selasa (8/11/2022). 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS