Sukses

Top 3: Rusia Gagal Bayar

Liputan6.com, Jakarta - Rusia gagal membayar utang luar negeri untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad, setelah melewatkan tenggat waktu pembayaran bunga utang senilai USD 100 juta.

Kegagalan utang terakhir Rusia dalam bentuk apa pun adalah pada tahun 1998 ketika negara itu diguncang krisis rubel saat terjadi kekacauan dari rezim Boris Yeltsin.

Artikel mengenai Rusia gagal bayar ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Selasa 28 Juni 2022:

1. Rusia Gagal Bayar Utang Luar Negeri, Pertama Kali dalam Seabad

Rusia harus menelan pil pahit. Rusia gagal membayar utang luar negeri untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad, setelah melewatkan tenggat waktu pembayaran bunga utang senilai USD 100 juta pada Minggu kemarin waktu setempat.

Rusia memiliki uang untuk memenuhi kewajibannya dan bersedia membayar, tetapi sanksi membuat tidak mungkin untuk mendapatkan pembayaran kepada kreditur internasional.

Sejatinya, Kremlin telah bertekad untuk menghindari default, yang merupakan pukulan besar bagi prestise bangsa. Bahkan Menteri keuangan Rusia menyebut situasi itu "lelucon".

Simak artikel selengkapnya di sini

 

2 dari 3 halaman

2. Daftar Beli Pertalite dan Solar Subsidi Pakai MyPertamina Khusus Pemilik Mobil

Pertamina meminta masyarakat yang ingin membeli BBM subsidi pertalite dan solar mendaftar ke website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/. Pendaftaran dibuka mulai 1 Juli 2022.

Namun, Irto Ginting Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading mengatakan jika aturan beli pertalite pakai MyPertamina ini baru berlaku bagi pengguna kendaraan roda empat atau mobil. "Pendaftaran untuk kendaraan roda 4 atau lebih," jelas dia saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (27/6/2022).

Simak artikel selengkapnya di sini

 

3 dari 3 halaman

3. Harga Emas Dunia Masih Sulit Bangkit Pekan Ini, Simak Prediksinya

Harga emas diperkirakan masih terjebak di level kondolidasi pada pekan ini. Harga emas dunia masih bakal berada di kisaran USD 1.800 per ounce di pekan ini menunggu sentimen yang besar.

Sebagian besar analis melihat dalam jangka pendek, harga emas akan masih berada di level rendah. Hal ini akan mendorong beberapa investor untuk melakukan aksi beli.

Selama ini, ketidakpastian geopolitik dan juga volatilitas pasar keuangan masih menjadi faktor dominan di lanskap keuangan global.

Simak artikel selengkapnya di sini