Sukses

Sambut Waisak, Warga Borobudur Siapkan Homestay Setara Hotel Bintang 3

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat yang tinggal di sekitar Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah telah mempersiapkan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) jelang perayaan Waisak 2566 BE pada Senin 16 Mei 2022.

Pasca mendapat program perbaikan kualitas hunian, warga sekitar Borobudur bisa memanfaatkan Sarhunta untuk disewakan sebagai penginapan setara hotel bintang tiga, dengan harga lebih terjangkau.

Tempat penginapan ini tampaknya telah ramai dipesan oleh para pengunjung Candi Borobudur yang ingin memanfaatkan momen long weekend.

"Jadi Sarhunta tersebut dikelola menjadi homestay sehingga menarik wisatawan untuk menginap. Apalagi menjelang Waisak tahun ini, seluruh unit kamar Sarhunta telah penuh terisi," ujar Suripto, salah seorang warga penerima Sarhunta di sekitar Candi Borobudur, Minggu (15/5/2022).

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Iwan Suprijanto coba menjelaskan bantuan program Sarhunta yang disalurkan bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata prioritas.

Bukan hanya memperbaiki rumah warga, ia menjelaskan, program Sarhunta juga ingin masyarakat sekitar Candi Borobudur bisa memfungsikan huniannya sebagai ladang ekonomi.

"Output dari kegiatan tersebut adalah rumah layak huni yang bisa difungsikan sebagai tempat usaha seperti pondok wisata atau homestay, workshop, toko, tempat kuliner dan jasa, atau usaha lain yang mendukung sektor pariwisata," kata dia.

Iwan menambahkan, Sarhunta yang dibangun Kementerian PUPR memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan hunian masyarakat lainnya.

"Ciri khas elemen fisik dapat dilihat dari pembangunan atap tradisional Jawa Kerakyatan dengan Bumbungan Kalpataru. Ada teras homestay, pintu dan jendela dengan motif kawung dan pigura bata ekspose, kamar tidur dengan bata ekspose, dan fasilitas penginapan yang memadai. Lalu kamar mandi standar yang bersih serta adanya pot atau gentong untuk cuci tangan," bebernya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

PGN Pasok Gas ke Desa Wisata Borobudur

PT PGN Tbk memasok kebutuhan gas bumi ke Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di Desa Karangrejo Borobudur Magelang. Hal ini bentuk dukungan untuk menciptakan kawasan wisata ramah lingkungan.

General Manager Sales Operation Region 3 Wilayah Jatim Jateng (SOR 3), Iwan Yuli Widyastato mengatakan, PGN sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk terus memajukan kawasan wisata dan mendukung program destinasi super prioritas pemerintah.

"Tujuan dibangunnya Balkondes Karangrejo adalah sebagai wadah dan wujud manunggalnya perusahaan dan masyarakat dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, juga memperkenalkan Desa Karangrejo sebagai desa energi," kata Iwan, di Jakarta, Kamis (24/3/2022).

Melalui PGN Solution, PGN membangun pipa gas sepanjang 3.900 meter untuk melayani 204 Sambungan Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga warga sekitar balkondes tepatnya di Dusun Kretek dan Bumen.

"Energi gas bumi dimanfaat untuk pemanas air atau water heater homestay balkondes, meja obor beberapa lokasi, obor api abadi di beberapa titik," ujarnya.

Balkondes yang dibina PGN pun meperkenalkan Gasblock sebagai ikon terbaru dari Balkondes Karangrejo sebagai perwujudan interaksi dan kolaborasi energi baik gas bumi yang ramah lingkungan, serta Desa Energi PGN yang unik, asri, dan kaya akan budaya Indonesia.

Beberapa fasilitas baru ditambahkan untuk meningkatkan kenyamanan dan menarik minat wisatawan. Untuk mewujudkan kolaborasi energi dalam lanskap keindahan bumi Borobudur.

3 dari 3 halaman

Pelanggan Industri

Sebagai new icon yang sangat menarik dan unik, Gasblock memasang monumen Meter Regulating System (MRS) ukuran G.1600 yang biasanya digunakan untuk pelanggan industri dan Bulk customer dengan diameter pipa 12 inch dan 16 inch.

Camat Borobudur Subianto mengatakan, saat ini kemajuan dari Karangrejo menjadi perbincangan hangat. Salah satunya dengan adanya Balkondes PGN Karangrejo. Kerjasama masyarakat dan pemerintah desa diharapkan dapat menjadi panutan bagi 19 desa lainnya di Borobudur.

Subianto mengungkapkan bahwa di era pandemi, Balkondes Karangrejo sudah bisa mendapatkan pemasukan 200 juta PAD. Artinya Desa Karangrejo tidak terpengaruh oleh pandemi. Oleh karenanya kekuatan kebersamaan mari digaungkan lebih luas lagi dan bisa menularkan di desa lainnya.

“Sangat bangga dan terima kasih kepada PGN yang telah mendampingi kami di Borobudur, terutama di Karangrejo,” ujar Subianto.