Sukses

Sektor Pariwisata Makin Ciamik Gara-Gara Libur Lebaran

Liputan6.com, Jakarta Libur lebaran tahun ini menjadi salah satu momen kebangkitan ekonomi, khususnya melalui sektor pariwisata. Bagaimana tidak, pergerakan masyarakat meningkat drastis pada awal Mei 2022.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu menyebut selama kuartal I-2022 tingkat mobilitas masyarakat telah meningkat. Per 5 Mei 2022 tingkat mobilitas masyarakat mencapai rekor tertinggi yakni 15,4 persen. Jauh lebih tinggi dari kuartal I-2021 yakni 7,1 persen.

"Di kuartal I ini mbolitas sudah cukup tinggi dibandingkan tahun lalu yang masih di teritori negatif," kata Febrio dalam Taklimat Media, Tanya BKF: Mengoptimalkan Sumber Pertumbuhan Ekonomi ke Depan, Jakarta, Jumat (13/5).

Menariknya, kata Febrio adanya libur lebaran di bulan Mei mampu meningkatkan mobilitas masyarakat seiring dengan pelonggaran protokol kesehatan. Hal ini membuat aktivitas masyarakat di tempat rekreasi mengalami peningkatan, baik di taman nasional, pantai umum, dermaga, taman hewan, lapangan terbuka hingga taman umum.

"Aktivitas masyarakat buat rekreasi ini meningkat tajam," kata dia.

Akibatnya sektor-sektor seperti pariwisata, makanan-minuman, hingga transportasi atau akomodasi mengalami perbaikan. Meski belum kembali ke level pra pandemi, namun Ramadan dan libur lebaran menjadi momen pengungkit sektor-sektor tersebut.

"Kita harapkan aktivitas lebaran dan Ramadan ini bisa bawa sektor pariwisata ke masa pra pandeminya," kata Febrio.

Selain itu, saat ini aktivitas di tempat kerja juga mengalami penurunan. Meski begitu hal ini tetap dianggap positif karena masyarakat melakukan aktivitas di luar. Dia berharap peningkatan mobilitas masyarakat ini bisa terus berlanjut hingga akhir tahun.

"Sekarang mobilitas ini di atas 15 persen, lebih tinggi dari keadaan pra pandemi dan semoga ini bisa lebih tinggi lagi di kuartal selanjutnya," harapnya.

Repoter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Sandiaga Uno: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi Kedua Setelah Vietnam

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2022 masuk dalam kategori tertinggi di dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2022 hanya kalah dibandingkan dengan Vietnam.

Tercatat, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022 Vietnam di angka 5,03 persen, sementara Indonesia di angka 5,01 persen.

"Alhamdulillah pertumbuhan kuartal pertama kita di 5,01 persen dan tertinggi kedua setelah Vietnam di 5,03 persen, tapi tentunya kita harus pastikan ini momentum terus terjaga," kata Sandiaga dalam konferensi pers mingguan, Jakarta, Senin (9/5/2022).

 

3 dari 3 halaman

Belanja Pemerintah

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi agar semakin baik, pemerintah memastikan penyerapan belanja pemerintah semakin berkualitas dan tepat waktu. Faktor lain yang menjadi perhatian yaitu Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

"Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, bukan hanya rancangan untuk pengadaan atau yang berhasil mencapai Rp583 triliun, tapi juga langsung realisasi kontraknya, sehingga ini bisa menggerakkan ekonomi membangkitkan peluang usaha dan lapangan kerja," katanya.

Sementara itu, dari sisi pengangguran telah berkurang sebanyak 350.000 dan ini sejalan terutama dengan sektor Parekraf. "Di mana pariwisata kita harapkan tahun ini kita dalam langkah-langkah mengamankan terciptanya 400.000 lapangan kerja baru," kata Sandiaga.

Untuk sektor ekonomi kreatif, Kemenparekraf menargetkan akan tercipta 700.000 lapangan kerja baru dan berkualitas di sektor ekonomi kreatif. Sehingga secara keseluruhan total dari pariwisata dan ekonomi kreatif akan menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru dan berkualitas 2022 ini.