Sukses

Erick Thohir: Dulu Main Gim Buang Uang, Sekarang Justru Hasilkan Cuan

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir memberikan fasilitas infrastruktur untuk mendorong generasi muda kreator start up membuat gim lokal. Erick ingin pasar gim Indonesia dipenuhi aplikasi buatan dalam negeri.

"Gim memakai infrastruktur yang diinvestasi pemerintah, kalau tidak ya Telkom dan Telkomsel, tapi yang masuk gim asing. Kita tidak anti asing tapi kita dorong anak muda Indonesia buat gim sendiri apakah kita biayai atau investasi," kata Erick Thohir dalam keterangannya, Selasa (18/1/2022).

Digitalisasi merubah budaya dan kebiasaan kehidupan sosial. Jika dahulu anak-anak gandrung bermain layangan dan berbagai permainan tradisional kini beralih menjadi gim bahkan bisa menghasilkan uang.

"Kalau dulu main gim buang uang. Hari ini saya bingung, gim justru menghasilkan uang. Ini era yang saya tidak bayangkan, bukan tidak mungkin jumlah gamers di Indonesia akan semakin banyak," ungkapnya.

Namun Covid-19 menjadi titik balik kehidupan baru dengan berbagai inovasi. Adaptasi kehidupan baru tersebut justru menguntungkan Indonesia untuk bisa menjadi negara besar dunia.

"Kalau ibarat dulu zaman Dinosaurus ada komet datang. Kalau sekarang komet itu Covid-19 yang merubah total kehidupan kita. Adaptasinya luar biasa dan saya yakin ini berat," ujar Eks Owner Inter Milan tersebut.

"Tapi jangan putus asa, karena yang menguntungkan Indonesia saat ini sampai 2045, adalah ekonomi kita akan terus tumbuh," sambungnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kolaborasi

Kemudian untuk mewujudkan harapan tersebut, Erick berkolaborasi bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Najwa Shihab membentuk Indonesia Digital Tribe (IDT).

IDT merupakan salah satu program untuk membangun talenta, inovasi, perusahaan rintisan, dan soon to be Unicorn (soonicorn) yang menguatkan dan mengakselerasi kemajuan ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

Erick mengajak para generasi muda, usia 15-35 tahun untuk bergabung dalam program IDT tersebut, yang akan ditutup pada 19 Januari. Karena IDT merupakan satu tempat, platform, medium, wadah yang memungkinkan generasi muda untuk bisa mengembangkan skill digital dan juga mindset digital.

"Tapi yang harus saya pastikan bahwa generasi muda harus bisa melihat roadmap itu. Apa pekerjaan yang akan hilang, apa jenis usaha yang akan hilang, dll. Dan pakah anak muda bisa mengantisipasinya," ungkap Erick.