Sukses

SPBU Pertamina Beroperasi Normal Usai Gempa Banten

Liputan6.com, Jakarta Gempa dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Banten, Jumat (14/1/2022) sore, tepatnya pukul 16.05 WIB. Lokasi gempa berada pada koordinat 7.01 LS, 105.26 BT atau 52 km Barat Daya Sumur, Banten.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan kedalaman gempa 10 Km dan tidak berpotensi tsunami. Gempa Banten ini dilaporkan mengguncang beberapa wilayah di Jakarta dan Bogor. 

Menanggapi hal tersebut, area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, mengatakan adanya gempa tidak mengganggu pasokan BBM untuk wilayah Banten, dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, sementara informasinya kondisi SPBU yang ada di sekitar lokasi gempa aman dan tidak ada yang mengalami gangguan operasional dan kerusakan,” kata Eko kepada Liputan6.com, Sabtu (15/1/2022).

Sebelumnya BMKG telah memetakan tingkat guncangan akibat gempa tersebut. Getaran paling besar memang dirasakan di kawasan Pandeglang, Banten

BKMG menjelaskan, guncangan gempa juga dirasakan di daerah Labuan dan Sumur dengan intensitas IV skala MMI artinya dirasakan banyak orang dan terdengar jendela pintu berderit dan dinding berbunyi.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Distribusi BBM Aman

Namun Eko menegaskan, distribusi BBM berjalan aman. Bahkan salah satu fasilitas penimbunan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina di Tanjung Gerem Banten, juga tidak terdampak.

Lalu dirasakan pula di Tangerang Selatan, Lambang, Kota Bogor, Pelabuhan Ratu, Kalianda, Bandar Lampung. Yaitu dengan intensitas guncangan III-IV MMI yaitu dirasakan oleh banyak orang.

Sementara, getaran gempa juga dirasakan di wilayah Jakarta, Kota Tangerang, Ciracas, Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor. Yaitu dengan skala II sampai III MMI yaitu getaran dirasakan seakan truk berlalu.