Sukses

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Semeru Tak Terlihat dari Citra Satelit

Liputan6.com, Jakarta AirNav Indonesia melaporkan jika pasca erupsi Gunung Semeru pada Sabtu, 4 Desember 2021 sore, abu vulkanik aktivitas gunung tersebut tak terlihat dari citra satelit. 

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi mengatakan AirNav telah mengeluarkan peringatan berupa ASH NOTAM dengan status Red Alert.

NOTAM Office AirNav Indonesia merilis sejumlah ASH NOTAM (ASHTAM) terkait aktivitas erupsi Gunung Semeru tersebut dengan update detail terakhir, Nomor ASHTAM 2176 bersumber VAMR per 5 Desember 2021 pukul 10.30 WIB.

"Detail Abu Vulkanik : tidak ada abu vulkanik yang terpantau melalui citra satelit dan tidak terdapat laporan terbaru terkait aktivitas erupsi Semeru," tulisnya, Minggu (5/12/2021).

Sementara itu dari hasil Paper Test yang dilakukan di beberapa bandara diantaranya Juanda - Surabaya, Yogyakarta International Airport, Notohadi Negoro - Jember, Banyuwangi International Airport, dan Abdul Rahman Saleh - Malang menyatakan NEGATIVE VOLCANIC ASH. Artinya tak terpantau adanya abu vulkanik.

"Sejak terjadi erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Sabtu (4/12) pukul 15.32 WIB, AirNav Indonesia terus melakukan update informasi terkait potensi dampak sebaran abu vulkanik terhadap operasional penerbangan," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Tak Ganggu Penerbangan

AirNav Indonesia memastikan tidak ada penerbangan yang terdampak akibat erupsi Gunung Semeru pada Sabtu 4 Desember 2021 kemarin. Dengan demikian tak ada dampak signifikan bagi penerbangan yang melewati gunung ini.

Tidak ada dampak signifikan aktivitas erupsi Gunung Semeru terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan, baik di Cabang Surabaya, Denpasar, Jember, Banyuwangi, Malang, Semarang, Yogyakarta maupun Solo.

"Tidak ada rute penerbangan yang terdampak sebaran abu vulkanik dan tidak ada jadwal penerbangan yang terdampak aktivitas erupsi Semeru," kata Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi, Minggu (5/12/2021).

Kendati begitu, AirNav Indonesia melakukan sejumlah langkah antisipasi jika terjadi erupsi lanjutan. Pertama, berkoordinasi antar wilayah Flight Information Region (FIR) Ujung Pandang dan Jakarta untuk sementara tidak menggunakan rute W33 di sebelah selatan Surabaya.

Kemudian berkoordinasi dengan penyelenggara bandar udara di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur untuk terus melakukan update hasil Paper Test yang dapat mengidentifikasi intensitas sebaran abu vulkanik di lokasi masing-masing.

Dan mengarahkan pesawat yang terbang pada rute di atas Gunung Semeru untuk terbang melewati rute di sebelah utara Pulau Jawa.

"AirNav terus berkoordinasi dengan stakeholder penerbangan terkait dan bersiaga jika terdapat update informasi dampak erupsi Semeru yang berpotensi mempengaruhi operasional penerbangan," tulisnya.

"AirNav akan melaporkan update informasi terkini, terutama kepada para pengguna jasa untuk memastikan semua penerbangan dapat terhindar dari sebaran abu Semeru," tutup keterangan itu.