Sukses

10 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Sudah Tidak Bekerja Lagi

Suatu saat semua orang pasti mengalami masa tidak bekerja, entah karena perusahaannya bangkrut, dipecat, atau pensiun.

Sebelum Anda mengalaminya, alangkah baiknya apabila Anda telah menyiapkan antisipasi keuangannya.

Bagi Anda yang belum, berikut ini kami sarikan dari Market Watch, Kamis (13/12/2012), mengenai 10 hal yang perlu dipersiapkan sebelum Anda tidak bekerja lagi. Apa saja yang harus dipersiapkan?

1. Biaya hidup saat ini.
Faktor biaya hidup adalah pondasi dari faktor-faktor perencanaan keuangan berikutnya. Tidak perlu terlalu detail untuk faktor ini, cukup identifikasi apa pun pengeluaran Anda yang penting-penting, mencakup pengeluaran untuk kehidupan standar harian Anda, uang yang Anda sisihkan untuk tabungan rutin bulanan, dana pensiun pribadi, rekening pensiun perusahaan. Itulah biaya hidup Anda, termasuk pajak.

2. Inflasi di masa depan.
Anda mutlak harus bisa memperhitungkannya. Kita semua tahu bahwa nilai Rp 10.000 saat ini tidak seberharga dulunya. Jangan biarkan inflasi merusak rencana keuangan Anda.

3. Jumlah tahun sebelum berhenti bekerja.
Hal ini tidak mudah karena kita tidak bisa sepenuhnya menebak kapan kita akan berhenti bekerja. Namun hal itu tidak berlaku dalam memperhitungkan kapan masa pensiun Anda. Jadi untuk jaga-jaga saja, tetap pilih tanggal kapan Anda ingin secara finansial siap untuk meninggalkan dunia kerja.

4. Biaya hidup Anda yang telah disesuaikan dengan inflasi di tahun pertama Anda pensiun.
Berapa besarnya harga gas dan tarif listrik di tahun sekian? Berapa besarnya uang yang harus Anda sisihkan untuk biaya pendidikan bila kelak Anda mempunyai anak? Pilih mana, rumah murah tapi jauh dari kantor atau rumah mahal dengan lingkungan yang lebih baik atau lebih dekat dengan anak-anak Anda?

Membayangkannya saja sulit, apalagi menghitungnya. Apabila anda mengalami kesulitan di poin ini ada baiknya  Anda meminta bantuan penasihat keuangan untuk membantu Anda tidak melewatkan hal-hal yang penting.

5. Pemasukan pasca-pensiun yang bukan portofolio.
Misalnya uang pensiun bulanan bila anda bekerja di tempat yang menyediakannya. Hal ini juga mungkin mencakup dari sewa-menyewa aset Anda seperti mobil, rumah atau kost-kostan.

6. Pemasukan pasca-pensiun dari portofolio.
Bunga deposito, kenaikan harga tanah, dividen, dan capital gain termasuk di poin dalamnya.

7. Nilai portofolio yang Anda akan butuhkan saat pensiun.
Jika investasi Anda seimbang antara aset yang terdiversifikasi dan aset obligasi berbiaya rendah, Anda akan dapat menarik 4% dari portofolio Anda setiap tahun dengan risiko kebangkrutan yang kecil.

Kalikan hasil yang Anda peroleh pada langkah sebelumnya dengan 25. Itulah besarnya portofolio yang harus Anda miliki pada hari pertama pensiun. Jika poin ini terasa terlalu besar dan tidak memungkinkan, jangan panik. Masih banyak hal lain yang dapat Anda lakukan.

8. Nilai portofolio Anda saat ini.
Real estate dan aset tidak likuid lainnya termasuk dalam poin ini. Untuk sebagian besar pra-pensiunan, besarnya nilai portofolio ini pasti kurang dari kebutuhan ketika pasca-pensiun. Item berikutnya akan membantu Anda meningkatkan nilainya.

9. Jumlah tabungan per tahunnya.
Anda sudah mengetahuinya sejak awal perencanaan. Jika tabungan tahunan Anda ditambah portofolio Anda saat ini sama dengan hasil dari poin ke tujuh, maka Anda sedang berada dalam kondisi yang baik.

Tapi jangan senang dulu, tabungan ini saja tidak akan cukup untuk membuat anda aman. Itulah mengapa Anda harus mengusahakan pertumbuhan dalam portofolio Anda.

10. Pengembalian investasi tahunan yang Anda butuhkan dari sekarang sampai pensiun.

Meskipun Anda dapat menghitungnya dengan kalkulator, disarankan Anda membicarakan hal ini dengan penasihat Anda untuk memastikan Anda mendapatkan prediksi yang sangat presisi (tepat) dan dapat Anda pertanggungjawabkan sendiri. (LUK/IGW)