Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen di 2022, Apa Syaratnya?

Presiden Jokowi memprediksi pertumbuhan ekonomi 2022 berkisar pada 5,0 sampai 5,5 persen.

Diterbitkan 16 Agustus 2021, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi memprediksi pertumbuhan ekonomi 2022 berkisar pada 5,0 sampai 5,5 persen. Kendati demikian, ia menegaskan untuk tetap waspada terhadap perkembangan kasus covid-19.

Anggota Komisi XI DPR RI yang membawahi sektor Keuangan dan Perbankan, Kamrussamad menanggapi, target itu bisa dicapai dengan beberapa syarat.

Misalnya, ia mengatakan capaian vaksinasi perlu mencapai 90 persen dan tidak ada serangan Covid-19 varian baru.

"Sehingga Target tersebut bisa saja dikoreksi ke bawah atau lebih rendah capaiannya," katanya kepada Liputan6.com saat dihubungi, Senin (16/8/2021).

Kemudian, ia mengingatkan ada tantangan dalam mengejar asumsi pertumbuhan ekonomi tersebut. Salah satunya adalah kondisi yang masih tidak stabil. Kamrussamad mewanti-wanti atas situasi yang masih dilingkupi ketidakpastian (uncertenty).

"Karena itu APBN yang adaptif dan Fleksibel diperlukan dalam menghadapi tantangan Ekonomi tahun depan," katanya.

Harus Sejalan

Sementara itu, ia menambahkan target pertumbuhan yang disampaikan presiden tersebut perlu sejalan dengan penciptaan lapangan kerja. Kemudian, juga berkorelasi positif dengan pengurangan pengangguran dan pengentasa kemiskinan.

"Industri Padat Karya dan Industri Pengolahan menjadi kunci Penciptaan Lapangan kerja," katanya.

Dengan demikian, ia meminta pemerintah perlu meningkatkan perhatian ke beberapa sektor yang tumbuh selama pandemi. Artinya, pemerintah perlu memperhatikan lebih serius ke sektor industri pengolahan kedepannya.

"Ada beberapa sektor yang tumbuh selama pandemi, antara lain agro, pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan," pungkasnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Target Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mematok angka pertumbuhan ekonomi pada 2022. Angka yang ditetapkan Jokowi itu dikatakan mengacu pada kebijakan reformasi struktural dan memperhitungkan dinamika pandemi Covid-19 di Indonesia.

Ia memprediksi pertumbuhan ekonomi 2022 berkisar pada 5,0 sampai 5,5 persen. Kendati demikian, ia menegaskan untuk tetap waspada terhadap perkembangan kasus covid-19.

“Kita akan berusaha maksimal mencapai target pertumbuhan di batas atas, yaitu 5,5 persen,” katanya dalam pidato pengantar RAPBN 2022, di Jakarta, Senin (16/8/2021).

Ia menegaskan untuk mengerahkan seluruh sumber daya, analisis ilmiah, dan pandangan ahli untuk terus mengendalikan pandemi Covid-19.

“Dengan demikian, pemulihan ekonomi dan kesejahteraan sosial dapat dijaga serta terus dipercepat dan diperkuat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan tingkat pertumbuhan ekonomi ini juga menggambarkan proyeksi pemulihan yang cukup kuat, didukung oleh pertumbuhan investasi dan ekspor sebagai dampak pelaksanaan reformasi struktural.

“Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global dan domestik dapat menyumbang risiko bagi pertumbuhan ekonomi ke depan,” katanya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6