Sukses

DPR Dorong Kementan Tertibkan Data e-RDKK

Liputan6.com, Jakarta DPR menyoroti penyaluran pupuk subsidi saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Pertanian. Salah satu yang menjadi penekanan Komisi IV DPR RI adalah penerbitan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) oleh Kementerian Pertanian.

Komisi IV DPR RI mendorong Kementerian Pertanian untuk melakukan penertiban data e-RDKK agar penyaluran pupuk bersubsidi dapat semakin tepat sasaran.

Menurut Anggota Komisi IV DPR RI fraksi PDIP Sutrisno, penertiban data tersebut merupakan kunci dari permasalahan penyaluran pupuk bersubsidi. Pasalnya, persoalan pupuk ini dinilai tidak pernah selesai dari tahun ke tahun.

"Direncana anggaran tahun 2022, terdapat anggaran Rp 150 miliar untuk mengupdate e-RDKK, bimtek evaluasi tentang kelompok, serta verifikasi dan validasi e-RDKK. Nah agar masalah pupuk ke depan dapat diselesaikan, kata kuncinya ada pada penertiban e-RDKK," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR dengan Kementerian Pertanian, Rabu (9/6/2021).

"Kemarin Kepala Badan BPSDMP mengatakan ditiap daerah itu tiap saat melaporkan posisi data. Itu ada ga data e-RDKK yang valid? Di dalam teori statistik itu tidak ada bahwa data yang disampaikan itu otomatis langsung valid. Mesti dikaji benar validitasnya. Karena disitulah kata kunci persoalan yang akan muncul. Pasti ada kurang, ada lebih," tambah dia

Senada, Anggota Komisi IV fraksi PAN Haerudin pun mengkritisi permasalahan data tersebut. Dirinya menyayangkan persoalan data yang tidak valid selalu menjadi permasalahan penyaluran pupuk subsidi. Ia menilai masalah pupuk adalah masalah mekanisme, masalah sistem, masalah proses yang kita buat yang memperumit kita sendiri.

Haerudin menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen membahas rinci permasalahan tersebut dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Pupuk sehingga bisa lebih efektif mengevaluasi dan mencarikan solusinya ke depan.

"Apa mungkin kita masih mau keukeuh dengan apa yang hari ini kita terapkan dengan cara memaksakan diri. Karena problem kita sampai hari ini adalah data, tidak ada yang lain," tutupnya.

2 dari 4 halaman

Pupuk Indonesia Salurkan 8,4 Juta Ton Pupuk Subsidi di 2020

Sepanjang tahun 2020, PT Pupuk Indonesia (Persero) tercatat telah membukukan realisasi penyaluran pupuk subsidi (PSO) mencapai 8,43 juta ton. Realisasi tersebut terdiri dari 3,92 juta ton pupuk urea, 2,59 juta ton NPK, 531 ribu ton, 762 ribu ton ZA, dan 622 ribu ton organik.

Angka tersebut berkontribusi terhadap total volume penjualan di tahun 2020 yang mencapai 14,37 juta ton. Rincian penjualan terdiri dari penjualan pupuk ke sektor PSO sejumlah 8,43 juta ton, penjualan ke sektor non PSO sebesar 4,94 juta ton dan penjualan produk non pupuk sebesar 970 ribu ton.

BACA JUGA

Solusi Ini Bakal Selamatkan Garuda Indonesia dari Kebangkrutan  “Perusahaan melakukan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan efisiensi sehingga produk kita dapat bersaing dan memiliki penetrasi yang baik di pasar internasional maupun ke sektor perkebunan dan industri di dalam negeri," kata Bakir, Rabu (2/6/2021).

Namun ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pupuk untuk sektor pangan atau PSO tetap merupakan hal yang prioritas. “Sesuai amanah yang diberikan kepada kami, kami tetap fokus pada pasokan pupuk untuk kebutuhan sektor pangan di dalam negeri," tegas Bakir.

Seperti diberitakan sebelumnya, Perseroan membukukan total produksi pupuk tahun 2020 mencapai 12,26 juta ton atau 117 persen dari target pemegang saham. Beberapa faktor yang mendorong peningkatan produksi adalah telah optimalnya operasional pabrik-pabrik baru, yaitu Amurea II di Gresik dan Pusri 2B di Palembang.

Pada tahun 2021 sendiri, Pupuk Indonesia siap menjalankan mandat dari Pemerintah untuk menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai Permentan Nomor 49 tahun 2020 sebanyak 9 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk cair.

3 dari 4 halaman

Transformasi Bisnis

Kemudian, di tahun ini Pupuk Indonesia memiliki lima inisiatif strategis guna mensukseskan transformasi bisnis perusahaan sebagaimana arahan Kementerian BUMN.

“Lima pilar tersebut adalah menjadi perusahaan yang lebih customer centric, mendorong riset, pengembangan dan inovasi, meningkatkan kehandalan dan efisiensi operasi dan rantai pasok, mengamankan dan mengoptimalkan pasokan bahan baku serta sustainability dan circular economy," papar Bakir.

“Sebagai bagian dari transformasi bisnis Perusahaan, kita akan meningkatkan pasar produk retail, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat digitalisasi di berbagai bidang," tambahnya.

Beberapa program andalan guna mensukseskan inisiatif tersebut telah dilaksanakan, antara lain program Agrosolusi dan Retail Manajemen guna lebih mendekatkan perusahaan kepada konsumen serta meningkatkan penjualan di sektor retail. Perusahaan juga telah mencanangkan beberapa proyek strategis guna meningkatkan kapasitas produksi dan diversifikasi produk.

“Kami merencanakan membangun pabrik baru, Pusri 3B di Palembang, dan mengembangkan industri pupuk dan petrokimia di Kawasan Bintuni, Papua Barat," kata Bakir.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: