Sukses

Rupiah Menguat Usai Data Manufaktur AS Tak Sesuai Harapan

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Selasa pekan ini.

Mengutip Bloomberg, Selasa (4/5/2021), rupiah dibuka di angka yang sama dengan penutupan kemarin yaitu 14.450 per dolar AS. Namun pada pukul 10.30 WIB, rupiah menguat ke angka 14.434 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.434 per dolar AS hingga 14.451 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 2,73 persen.

"Dolar AS melemah dan tingkat imbal hasil obligasi AS turun karena dipicu oleh pesimisnya data ISM Manufacturing PMI AS," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta seperti dikutip dari Antara.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun ke level 1,6 persen setelah rilis data PMI Manufaktur AS pada April 2021 tercatat di bawah ekspektasi pasar sebesar 60,7 dan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 65,7.

Sedangkan indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang lainnya turun ke posisi 90,95.

Pelaku pasar juga mencerna pidato Gubernur The Fed Jerome Powell yang cenderung longgar atau dovish dimana dia mengatakan bahwa meskipun ekonomi AS berkinerja lebih baik namun belum keluar dari masalah.

Selain itu, pelaku pasar mempertimbangkan memburuknya kasus COVID-19 global, khususnya di India. Hal ini yang memperngaruhi pergerakan rupiah.

 

2 dari 3 halaman

Prediksi

Selanjutnya pada hari ini pasar akan mencari katalis dari data ekonomi AS seperti neraca perdagangan dan tingkat pesanan pabrik yang dirilis nanti malam pukul 19.30 WIB dan 21.00 WIB.

Pada Senin (3/5) lalu, rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,03 persen ke posisi 14.450 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.445 per dolar AS.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: