Sukses

Miliarder Jack Ma Kian Tersudutkan, Pemerintah China Minta Alibaba Lepas Saham di Perusahaan Media

Liputan6.com, Jakarta Ketegangan antara pemerintah China dengan miliarder Jack Ma kian meluas. Setelah menjegal IPO jumbo Ant Group November lalu, kini giliran bisnis media dari Alibaba Group yang disatroni oleh pemerintah.
 
Dikutip dari Wall Street Journal, Selasa (16/3/2021) Alibaba diminta untuk melepas beberapa aset media mereka yang dianggap pemerintah berdampak signifikan mengendalikan opini publik di negeri tirai bambu tersebut. 
 
Pembahasan terkait tindakan ini telah dimulai sejak awal tahun 2021, pemerintah kemudian meminta agar Alibaba membatasi keterlibatannya dalam aset media yang dianggap sudah terlalu meluas. Meski begitu pemerintah tidak merinci aset media mana saja yang dimaksud. 
 
Sebagai informasi, bukan hanya memiliki aset di layanan e-commerce dan juga pembayaran digital, konglomerasi bisnis Jack Ma lewat Alibaba Group juga telah menjangkau sejumlah layanan media. Mulai dari layanan periklanan, media sosial hingga surat kabar.
 
Jack Ma mengendalikan sejumlah saham di Weibo, platform media sosial mirip Twitter di China. Layanan media sosial untuk berbagi video, Bilibili. Termasuk kepemilikan saham mayoritas Alibaba Group di perusahaan media berita berbahasa Inggris terkemuka di Hong Kong, South China Morning Post (SCMP).
 
Alibaba mengakuisisi SCMP pada akhir tahun 2015 silam dengan harga USD 266 juta setara lebih dari Rp 3,5 triliun.
 
Akuisisi ini dianggap sebagai salah satu keputusan potensial yang dibuat Alibaba untuk mendekatkan diri dengan pemerintahan China dengan fokus pada pemberitaan positif tentang China daratan.
 
"Dengan secara eksplisit menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk menceritakan kisah positif tentang China dan menjalankan kisah-kisah yang meragukan, manajemen merusak atribut yang membuat The SCMP berguna sejak awal,” kata Yuen Chan, jurnalis dan dosen senior di Chinese University of Hong Kong seperti dikutip dari The New York Times.
 
2 dari 2 halaman

Nasib Alibaba Dijegal Regulasi

Tujuan akuisisi SCMP beberapa tahun silan mungkin tidak sepenuhnya berhasil, yang ada beberapa bulan terakhir Alibaba justru makin jadi bulan-bulanan pemerintah untuk didisiplinkan. Dimulai sejak pembatalan IPO jumbo Ant Group November tahun lalu.
 
Pemerintah China merilis aturan baru UU anti-monopoli yang mengekang perusahaan teknologi dan e-commerce, yang kemudian berdampak terhadap lini bisnis yang dijalankan Alibaba.
 
Ant Group, yang merupakan anak usaha dari Alibaba rencananya akan melantai di bursa Shanghai dan Hong Kong dengan menargetkan pendapatan hingga USD 37 miliar atau sekitar Rp 530 triliun. Kalau saja berhasil, ini akan menjadikannya IPO terbesar sepanjang sejarah.
 
Perubahan drastis sikap pemerintah China terhadap bisnis Ma ini ditengarai akibat sindiran sang taipan saat hadir dalam sebuah konferensi di Shanghai akhir Oktober lalu. Ia menyindir pemerintah China yang dianggap konservatif dan menghambat perkembangan bisnis teknologi.
 
Dampaknya, kurang dari dua minggu setelahnya, rencana IPO Ant Group diumumkan batal dan Alibaba mulai menghadapi sikap pemerintah yang makin tegas. Ma bahkan sempat hiatus dari sejumlah aktivitas publik selama beberapa bulan.
 
 
Reporter: Abdul Azis Said
 
BERANI BERUBAH: Bertani di Atas Masjid