Sukses

Mal Tutup Lebih dari 3 Bulan selama Pandemi, Pertama dalam Sejarah

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia sejak Maret 2020 memberi dampak besar bagi ekonomi di Tanah Air. Salah satu sektor yang sangat terdampak adalah retail khususnya pusat perbelanjaan atau mal.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja menyatakan, selama pandemi, mal tutup hingga 3 bulan dari bulan April sampai pertengahan Juni. Ini adalah periode terlama tutupnya pusat perbelanjaan sejak mereka berdiri.

"Belum pernah pusat perbelanjaan tutup 3 bulan lebih, dari April sampai pertengahan Juni tutup total atau terbuka terbatas, jadi itu betul-betul pertama dalam sejarah," ujar Alphonsus dalam webinar, Jumat (16/10/2020).

Saat itu, pengelola mal dan pemilik tenant panik karena belum mengantisipasi terjadinya wabah. Meski sempat tutup karena penjualan dianggap tidak bisa menutup biaya operasional, namun para pemilik tenant akhirnya terpaksa membuka usaha kembali karena Covid-19 yang tak kunjung selesai.

"Jadi tutup terus juga jadi masalah," katanya.

Alphonsus melanjutkan, tiap kelas pusat perbelanjaan memiliki masalah yang berbeda. Pusat perbelanjaan menengah ke bawah memiliki trafik yang cukup tinggi namun daya beli yang rendah. Sementara, pusat perbelanjaan menengah ke atas memiliki profil kunjungan yang menurun.

Hal ini dikarenakan pengunjung mal menengah atas rata-rata berasal dari level menengah atas yang memiliki awareness lebih tinggi untuk tidak bepergian selama pandemi, termasuk ke mall.

"Kesimpulannya, hampir semua kelas mengalami masalah. Yang satu trafik, yang satau daya beli," lanjutnya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 2 halaman

Durasi kunjungan Berkurang

Durasi kunjungan juga berkurang dari 2-3 jam menjadi 1,5 jam. Alphonsus memakluminya sebagai bentuk mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi. Ditambah, hiburan di mall seperti bioskop belum kunjung beroperasi.

Tenant-tenant di pusat perbelanjaan juga bimbang dengan usahanya. Mereka yang masa sewa tempatnya sudah habis tidak akan melanjutkan sewa, sementara mereka yang akan berbisnis masih dilanda ketidakpastian sehingga rencana itu ditunda atau bahkan dibatalkan.

"Prediksi kami, pusat perbelanjan baru bisa pulih setelah vaksinasi dilaksanakan. Selama belum, asosiasi memperkirakan kinerja belum akan pulih dengan normal," katanya.