Sukses

Rupiah Tetap Perkasa Meski Dibayangi Demo Brutal UU Cipta Kerja

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Jumat akhir pekan ini.

Mengutip Bloomberg, Jumat (9/10/2020), rupiah dibuka di angka 14.680 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.710 per dolar AS. Hingga pukul 10.10 WIB rupiah berada di level 14.705 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.665 per dolar AS hingga 14.709 per dolar AS. jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 6,05 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.737 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.750 per dolar AS.

Dikutip dari Antara, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, mengatakan, pagi ini sentimen positif dari pembicaraan stimulus fiskal AS masih membayangi pergerakan aset berisiko di pasar keuangan.

"Dolar AS terlihat melemah dengan sentimen positif ini. Nilai tukar regional juga terlihat menguat terhadap dolar AS," ujar Ariston.

Ariston menuturkan, stimulus AS diekspektasikan bisa membantu pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam di tengah pandemi.

Rupiah pun berpotensi menguat terhadap dolar AS dengan isu eksternal tersebut.

"Dari dalam negeri, pasar masih mewaspadai demo yang kisruh yang bisa menahan penguatan nilai tukar rupiah," kata Ariston.

 

2 dari 3 halaman

Prediksi Rupiah

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.650 per dolar AS hingga Rp14.800 per dolar AS.

Pada Kamis (8/10), rupiah ditutup stagnan di level Rp14.710 per dolar AS, sama seperti hari sebelumnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: