Sukses

Punya Penduduk Muslim Terbanyak di Dunia, Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Rendah

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan inklusi keuangan syariah. Hal ini karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk islam terbanyak di dunia.

Berdasarkan data dari Global Islamic Economy, Indonesia menempati peringkat ke-7 di dunia sebagai negara dengan aset keuangan syariah sebesar USD 86 juta usd di 2018.

Airlangga memaparkan, menurut berbagai survei di 2019 Indonesia mengalami peningkatan peringkat keuangan syariah dalam kancah global. Seperti dalam global islamic finance report yang menetapkan Indonesia sebagai peringkat pertama dunia. Kemudian juga ada islamic finance development indicator yang menempatkan Indonesia pada peringkat 4 di dunia keuangan syariah.

“Walaupun demikian, data OJK pada 30 April 2020, keuangan syariah pangsanya relatif kecil dibandingkan keuangan konvensional. Market share keuangan syariah sebesar 9 persen, perbankan syariah 6,1 persen, industri keuangan non-bank syariah sebesar 4,4 persen, pasar modal syariah sebesar 16,2 persen,” urainya.

Selain itu, lanjut Airlangga, indeks inklusi keuangan syariah baru mencapai 9,1 dibandingkan total indeks inklusi keuangan yang mencapai 76,2 persen.

“Hal ini menjadi catatan, mengingat penduduk muslim di Indonesia yang mencapai 87,2 persen dari total penduduk Indonesia sebesar 265 juta. Sehingga Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sangat berpotensi dalam peningkatan indeks inklusi keuangan syariah,” ujar Menko.

2 dari 3 halaman

Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Untuk itu, pemerintah bersama BI, OJK dan komite nasional keuangan syariah, serta lembaga keuangan syariah telah meluncurkan program implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasis pondok pesantren pada 17 des 2019 lalu. Adapun pondok pesantren yang terpilih yakni pondok pesantren KH Aqil Siroj Kempek Cirebon.

Melalui program ini, diharapkan inklusi keuangan syariah bisa terus tumbuh serta menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Bukan hanya bagi santri atau masyarakat di lingkup pondok pesantren, namun juga masyarakat di sekitar pesantren juga dapat merasakan imbas perputaran ekonomi dari program ini.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: