Sukses

Cerita Asal Muasal Kendaraan Taktis Buatan Pindad Dijuluki Maung

Liputan6.com, Jakarta - PT Pindad (Persero) baru saja meluncurkan Maung, kendaraan taktis 4x4 yang bisa digunakan untuk perang jarak dekat. Penamaannya pun sedikit unik, lantaran memilih kata Maung yang berasal dari bahasa daerah (Sunda) yang berarti harimau.

Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose menjelaskan, Pindad memilih kata Maung untuk menggambarkan sebuah kendaraan yang gesit dan lincah. Kebetulan produksi Maung sendiri lahir di Tanah Parahyangan, tepatnya di Bandung.

Sebagai catatan, warga Bandung memang kerap mensimbolisasi kekuatan besar dan hebat dengan kata Maung. Seperti klub sepakbola Persib Bandung yang juga dijuluki Maung Bandung.

"Iya, karena maung sama dengan harimau yang cocok untuk manuver kendaraan ini. Kebetulan lahir dari Pindad yang ada di Bandung, Jawa Barat," kata Abraham kepada Liputan6.com, Selasa (14/7/2020).

Abraham juga mengatakan, kelincahan dan kegesitan Maung milik Pindad memang telah teruji. Itu berkat ditopang oleh performansi engine berkapasitas 2.400 cc.

Selain itu, Maung juga memiliki sistem tenaga penggerak pada keempat rodanya (4WD), serta dapat dilengkapi dengan braket senjata 7,62 mm, konsol SS2-V4, dan perangkat GPS.

 

2 dari 3 halaman

Terjang Medan Sulit

Mengutip catatan Pindad, kelebihan utama Maung adalah mampu menerjang medan-medan sulit dan beroperasi lepas ruas jalan aspal. Meskipun begitu, Maung tetap prima dioperasikan di ruas jalan aspal dan mampu bermanuver dengan baik.

Maung juga mampu bergerak taktis dengan memperhatikan aspek kenyamanan. Pengujian pada Medan datar meliputi beberapa indikator, yakni kecepatan, percepatan, manuver putar, manuver angka 8, pengereman, dan tak lupa aspek keamanan.

 

3 dari 3 halaman

Segala Medan

Tak hanya itu, Maung juga dapat menjadi varian kendaraan tanpa pintu dalam waktu singkat. Begitu pula pada saat pemasangan kembali yang dapat dilakukan secara cepat.

Setelah pengujian di medan datar-on road, Maung diuji di medan sulit-off road. Jalur yang dilewati merupakan medan sulit, yakni jalur berbatu kecil, jalur berbatu besar, tanjakan curam, jalan berlumpur dan dataran licin, hingga sungai dangkal.