Sukses

Gagal Bangkit, IHSG Ditutup Melorot ke 4.918,83

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Investor asing jual saham Rp 505 miliar di pasar regular.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (22/6/2020), IHSG ditutup turun 23,44 poin atau 0,47 persen ke posisi 4.918,83. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 0,81 persen ke posisi 761,21.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.957,66 dan terendah 4.904,76.

Sebanyak 145 saham menguat yang kemudian mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 257 saham melemah dan 169 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 538.417 kali dengan volume perdagangan 10,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 505 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.153.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, ada enam sektor yang menghijau dan sisanya melemah.

Sementara sektor yang menguat dipimpin oleh perkebunan yang naik 2,01 persen. Kemudian disusul sektor industri dasar yang menguat 0,97 persen dan sektor manufaktur naik 0,29 persen.

Sedangkan sektor yang melemah dan menahan penguatan IHSG diantaranya pertambangan turun 1,43 persen, sektor infrastruktur melemah 1,26 persen dan sektor konstruksi turun 1,22 persen.

2 dari 3 halaman

Pergerakan Saham

Saham yang menguat diantaranya VRNA yang naik 28,97 persen ke Rp 138 per saham, NFCX naik 22,52 persen ke Rp 1.850 per saham dan APEX naik 18,60 persen ke Rp 153 per saham.

Saham yang melemah antara lain PGJO yang turun 8,54 persen ke Rp 75 per lembar saham, DFAM melemah 6,98 persen ke Rp 320 per lembar saham dan PICO turun 6,94 persen ke Rp 322 per lembar.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: