Sukses

Kementan Dukung Penuh Petani Pengusaha Milenial di Garut

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi sampaikan rasa bangga kepada Pemerintah Kabupaten Garut melalui Video Conference (VCon) dari BPP Karang Pawitan, Garut, Jumat(17/1).

Selain Kepala Badan PPSDMP, hadir pula Staf Khusus Menteri Pertanian Lutfi Halide, Firdaus Hasan dan Tim Kostratanas yang ikut melakukan VCon dari BPP Karang Pawitan.

Saat berdialog dengan Pemkab Garut yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Garut, Beny Yoga, Dedi, apresiasi disampaikan kepada para petani. 

"Setelah tadi mengunjungi Champ milik Khudori dan agrowisata milik Rizal Fakhreza, saya merasa bangga sekali khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Garut karena berhasil melahirkan petani pengusaha milenial yang luar biasa. Saya melihat Khudori dan Rizal Fakhreza yang berhasil mengembangkan pertanian dan mempunyai 30 petani binaan," jelas Dedi Nursyamsi.

Lebih lanjut Dedi Nursyamsi memberikan sanjungan karena Kabupaten Garut sangat mendukung program-program utama Kementerian Pertanian, seperti Kostratani dan Gratieks.

"Kostratani sebagai salah satu tempat gerakan pertanian. Gerakan pembangunan pertanian harus segera dimulai di tingkat kecamatan. Di kostratani inilah sebagai pusat gerakannya. Penyuluh akan mendapatkan pembelajaran dan pelatihan," kata Dedi.

Selain itu Dedi juga memberikan respon yang sangat positif karena Kabupaten Garut memiliki Garut Education Center (GEC) yang juga dimanfaatkan untuk menumbuhkembangkan petani milenial.

"Adanya Garut Education Center (GEC) ini support yang sangat baik, Kementan akan kerja sama dengan garut khususnya untuk menumbuh kembangkan petani milenial di wilayah Garut ini. Tidak hanya petani milenial, saya lihat Khudori bisa mengembangkan Kostratani, menyampaikan program Kementan dan menjadi sarana edukasi untuk memberikan pelatihan bagi penyuluh pertanian," tambah Dedi Nursyamsi.

Dalam kesempatan itu, Lutfi Halide dan Firdaus Hasan juga memberikan pesan kepada Kostrada dan Kostratani untuk terus mendukung program Kementan yang salah satunya Kostratani.

Itu karena dengan adanya Kostratani ini segala permasalahan yang dihadapi di lapangan akan mudah teratasi. "Apa yang kami buat di lapangan diinformasikan ke pusat, terutama komoditi-komoditi yang sering menyebabkan inflasi. Jangan terpengaruh dengan orang-orang luar yang mempunyai kepentingan. Dan pusat, jangan bosan-bosan melengkapi apa yang kurang," kata Lutfi.

Beny Yoga langsung merespon dan menerima apresiasi yang diberikan oleh Staf Khusus Menteri dan Kepala Badan PPSDMP ini. "Kami juga mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan dari Kementerian Pertanian. Dinas Pertanian mulai bergerak ke industri perbenihan, Hortikultura salah satunya sentra penumbuhan benih kentang untuk meminimalkan impor”, jelas Beny.

Petani di Kabupaten Garut rata-rata sudah tergabung dengan korporasi dan didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Garut. Kini juga telah difasilitasi Edufarm Center sebagai Media komunikasi. Diharapkan dengan adanya edufarm ini semua informasi dapat tersampaikan.

"Untuk program utama Kementan akan selalu kami support, baik Kostratani dan penumbuhan petani milenial. Target ke depan kami akan lebih banyak mencetak petani-petani pengusaha seperti Rizal dan Khudori dan juga mendorong pemuda tertarik pertanian, tentunya kami juga akan mendukung program utama Kementan lainnya," kata Beny.

Selain dengan Kepala Dinas Pertanian Garut, Dilakukan pula dialog dengan Kostratani se-Kabupaten Garut, Kostrada Garut, dan beberapa Kostrada di wilayah Jawa Barat. Vcon ini juga terhubung dengan AWR di Kostratanas. 

 

(*)