Sukses

Jokowi Dilantik, BEI Ingin BUMN Melantai di Bursa Lebih Banyak

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi berharap kedepan semakin banyak BUMN yang melantai di bursa saham.

Hal itu dikatakan di Gedung BEI usai ditanya harapannya pasca pelantikan presiden terpilih yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019 kemarin.

"Pemerintahan 5 tahun kedepan kita pasti dukung. Yang penting dari kita ekonomi daj situasi politik tetap stabil," ujarnya di Gedung BEI, Senin (21/10/2019).

Dengan situasi politik yang kondusif, menurutnya itu akan semakin memantik banyak perusahaan untuk mencari pendanaan lewat pasar modal.

"Di luar itu, ya kita harap banyak BUMN yang go public di pasar modal. Kita harapkan demikian," kata dia.

Adapun pihaknya optimistis target sebanyak 75 perusahaan IPO akan tercapai hingga akhir tahun ini.

"Insha Allah bisa, tetap optimislah," tegasnya.

2 dari 3 halaman

BEI Optimis Jumlah Perusahaan IPO Tahun Ini Lebih Banyak

Direktur Penilaian PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetnaoptimistis jumlah perusahaan tercatat yang masuk dalam pasar modal melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) akan melebihi tahun lalu.

Nyoman melanjutkan, ada 23 perusahaan yang kini tengah antre untuk masuk ke pasar modal.

"Di pipeline ada 23 perusahaan tercatat dan harapan kami pencapaian jumlah perusahaan tercatat di tahun ini akan lebih dari pencapaian tahun lalu yang sebanyak 57 perusahaan tercatat," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Dia melanjutkan, hingga saat ini sudah ada 38 perusahaan tercatat dengan nilai penggalangan dana yang dihimpun atau fund raising sebesar Rp11,1 triliun.

Ia mengatakan, jika tahun ini semua perusahaan yang antre tersebut berhasil masuk ke pasar modal, maka BEI akan menjadi bursa pencatatan terbaik di Asia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Aksi 'Bersih-Bersih' Erick Thohir Diklaim Bakal Kurangi Korupsi di BUMN
Artikel Selanjutnya
Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok, Ini Tanggapan Menko Luhut