Sukses

Wall Street Menguat Dibayangi Laporan Data Kuartalan Perusahaan

Liputan6.com, New York - Wall Street atau Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi dipicu optimisme laporan pendapatan dan penguatan data ekonomi yang mendorong minat investor saham.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 214,66 poin, atau 0,84 persen menjadi 25.862,68. Sementara indeks S&P 500 naik 25,36 poin, atau 0,89 persen menjadi 2.876,32 dan Nasdaq Composite bertambah 75,90 poin, atau 0,97 persen, menjadi 7.898,05.

Sebanyak 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 diperdagangkan pada wilayah positif, dengan sektor keuangan dan konsumen mencapai persentase kenaikan terbesar.

"Jika Anda melihat ekonomi secara keseluruhan, kami berada dalam posisi yang secara fundamental kuat dan ini merupakan penguatnya," kata Matthew Keator, Managing Partner Keator Group, perusahaan manajemen kekayaan di Lenox, Massachusetts.

Mengenai negosiasi perdagangan AS-China, Keator yakin yang terburuk mungkin sudah berakhir. "Segala sesuatunya harus menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik," tambah Keator. 

Washington menempatkan Huawei Technologies Co pada daftar hitam yang dilarang memperoleh komponen dan teknologi dari perusahaan AS tanpa persetujuan sebelumnya.

Ini membuat Saham pemasok Huawei Qorvo Inc, Skyworks Solutions Inc, Qualcomm Inc, Xilinx Inc, dan Micron Technology Inc turun. Demikian pula saham Philadelphia SE Semiconductor index turun 1,7 persen.

Selain itu, saham pembuat mobil listrik Tesla Inc juga tercatat turun 1,6 persen setelah agen keselamatan melaporkan bahwa fitur Autopilot menjadi pengaruh selama kecelakaan fatal di Florida pada bulan Maret.

Adapun yang mencatat kinerja baik, antara lain saham saingan Ride-hailing, Uber Technologies dan Lyft Inc yang membukukan kenaikan hari ketiga berturut-turut setelah mencapai posisi negatif. Saham masing-masing naik 4,1 persen dan 2,9 persen.

 

 

2 dari 3 halaman

Laporan Kuartalan

Musim laporan pendapatan kuartal pertama juga mulai mereda. Sebanyak 457 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah melaporkan kinerjanya.

Dari jumlah ini, sekitar 75 persen telah mengalahkan ekspektasi perolehan laba, menurut data Refinitiv.

Analis memperkirakan pertumbuhan pendapatan kuartal pertama sebesar 1,4 persen, peningkatan yang signifikan dari kerugian 2 persen yang diharapkan pada 1 April.

 Volume perdagangan kali ini mencapai 6,56 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,98 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Nvidia Corp naik lebih dari 4 persen setelah pemasok Huawei Technologies ini membukukan laba kuartalan yang baik.

Hal berbeda pada Pinterest Inc yang sahamnya  turun lebih dari 12 persen dalam perdagangan setelah melaporkan hasil kinerjanya.

3 dari 3 halaman

Trump Tunda Tarif Impor Mobil, Wall Street Melonjak

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat didorong laporan Presiden AS Donald Trump akan menunda pemberlakuan tarif mobil impor dan suku cadang.

Hal ini mengurangi kekhawatiran pertumbuhan, bahkan ketika data ekonomi mengecewakan investor.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 115,97 poin atau 0,45 persen ke posisi 25.648,02. Indeks saham S&P 500 menguat 16,55 poin atau 0,58 persen ke posisi 2.850,96. Indeks saham Nasdaq bertambah 87,65 poin atau 1,13 persen ke posisi 7.822,15.

Indeks saham utama di wall street mencatatkan kenaikan selama dua hari berturut-turut usai aksi jual tajam pada perdagangan Senin.

Adapun  penundaan selama enam bulan tarif pada mobil dan suku cadang impor menjadi katalis positif.

Selain itu, pernyataan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang mengharapkan negosiasi perdagangan segera dilanjutkan di China juga direspons positif oleh investor.

Padahal, awal perdagangan, investor melakukan aksi jual di wall street seiring laporan data ekonomi yang kurang baik.

Penjualan ritel mencatatkan penurunan mengejutkan pada April. Ini dipicu konsumen menarik kembali pengeluarannya. Laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja AS menyebutkan produksi industri AS juga secara tak terduga turun pada April.

"Investor mengambil isyarat dari presiden dan menteri keuangan yang sedikit melunak pada negosiasi perdagangan. Itu memberi alasan pasar untuk percaya kalau suatu kesepakatan perdagangan sebentar lagi akan tiba," ujar Chief Investment Strategist SlateStone Wealth, Robert Pavlik, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (16/5/2019).

"Investor sudah masuk ke dalam pola reaksi spontan ini," ia menambahkan.

Dari 11 sektor saham utama dalam indeks saham S&P 500, delapan sektor saham berakhir positif dengan sektor saham jasa komunikasi mencatatkan kenaikan persentase terbesar. Hal itu didorong kenaikan saham Alphabet Inc dan Facebook Inc.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Seluruh Sektor Saham Melemah, IHSG Ditutup Memerah
Artikel Selanjutnya
Awal Sesi Perdagangan Saham, IHSG Melemah 11,02 Poin