Sukses

Harga Tiket Garuda Indonesia Jakarta-Padang Turun hingga 40 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian daerah, khususnya Sumatera Barat, maskapai nasional Garuda Indonesia mulai Kamis 28 Februari akan memberlakukan penurunan harga tiket rute Jakarta - Padang PP.

Tiket Jakarta -Padang atau Padang - Jakarta tersebut akan dijual mulai dengan harga Rp 999.999.- (one way) atau lebih rendah 40 persen dari harga normal. Harga tersebut belum termasuk ppn, psc, asuransi dan berlaku hingga 12 April dengan kondisi tertentu.

Direktur Human Capital Garuda Indonesia, Heri Akhyar - yang juga putra kelahiran Ranah Minang - mengatakan bahwa penurunan harga tiket tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat yang ada serta bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk mendukung perekonomian daerah.

"Sebagai national flag carrier, kami menyadari sepenuhnya akan peran penting maskapai penerbangan dalam mendukung pertumbuhan pariwisata daerah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat khususnya melalui penyediaan akses konektivitas udara yang terjangkau" papar Heri dalam keterangannya, Rabu (27/2/2019).

Dia menegaskan, penurunan harga tiket ini dapat mendukung peningkatan sektor perekonomian Sumatera Barat baik dari sektor pariwisata, UMKM, hingga industri logistik nasional, mengingat layanan transportasi udara memegang peranan penting dalam menunjang pertumbuhan infrastruktur perekonomian.

"Kami akan terus memastikan bahwa penurunan harga menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia dalam menyediakan pelayanan maskapai bintang 5 dengan tarif yang kompetitif sehingga dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia," tutup Heri.

2 dari 3 halaman

Harga Tiket Dipangkas, Penumpang Garuda Kembali Naik

Sebelumnya, Maskapai Garuda Indonesia mengklaim bila penurunan harga tiket pesawat 20 persen yang diterapkannya mulai 14 Februari membawa dampak yang signifikan dengan pergerakan penumpang. Terjadi kenaikan reservasi atau booking tiket pesawat hingga 27 persen.

"Jadi ketika memasuki tanggal 14 menuju tanggal 15, pemesanan tiket pesawat itu meningkat," tutur Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah, seperti ditulis Kamis (21/2/2019).

Penurunan harga tiket pesawat ini dilakukan atas dasar perintah Presiden joko Widodo (Jokowi) serta arahan Menteri Perhubungan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Garuda pun menyambut baik dengan adanya kenaikan jumlah penumpang. 

Selain itu, Pikri menganggap kenaikan jumlah penumpang pada bulan Februari ini merupakan hal biasa yang merupakan bagian dari periode setelah low season di bulan Januari.

"Sebenarnya kemaren merupakan low season, dimana, memang akan terjadi per 10 Januari. Lalu, akan perlahan naik lagi di bulan Februari dan seterusnya," katanya.

Dipastikannya pun, dengan penurunan tiket tersebut tidak mempengaruhi pelayanan yang akan terus berjalan optimal dan sesuai dengan standar.

Sementara, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhamad Awaluddin mengatakan, terkait dengan penurunan tersebut pihaknya sangat mendukung dan tentunya optimistis pergerakan penumpang khususnya di Bandara Soekarno Hatta akan meningkat.

"Angkanya belum lihat, tapi pastinya meningkat, karena sudah lewat juga low season-nya. Disini juga, kita sebagai pengelola bandara dan stakeholder harus bekerja sama agar, terus mengajak masyarakat menjadikan transportasi udara sebagai jalur berwisata," ungkapnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Mahalnya Tiket Pesawat Jadi Berkah Buat Angkutan Darat
Artikel Selanjutnya
Menhub Akui Tak Bisa Intervensi terhadap Mahalnya Harga Tiket Pesawat