Sukses

Di Era Jokowi, Harga BBM di Daerah Terpencil Sama dengan Jawa

Liputan6.com, Jakarta - Kedua calon presiden (capres) yaitu Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto akan kembali bertemu dalam debat capres kedua pada Minggu 17 Februari 2019.

Pada debat kedua ini akan membahas mengenai topik energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Bila melihat sektor energi, selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), pemerintah berupaya menyediakan energi secara merata dengan harga terjangkau. Salah satu program pemerintahan Jokowi-JK untuk mewujudkan hal tersebut melalui program bahan bakar minyak (BBM) satu harga atau program BBM Satu Harga.

Pada 23 Januari 2019, Menteri ESDM Ignasius Jonan menuturkan, program BBM Satu Harga yang saat ini sudah menjangkau 131 titik wilayah yang sulit dijangkau, merupakan perwujudan dari sila kelima dari Pancasila yaitu keadilan sosial bagi rakyat Indonesia.

Ia menuturkan, penerapan harga BBM yang sama di seluruh Indonesia merupakan amanah Presiden Jokowi yang terus diupayakan. Hal ini agar seluruh masyarakat Indonesia di mana pun dapat merasakan harga BBM yang sama.

"Apa yang sudah dilakukan Pemerintah sejak empat tahun berjalan di sektor energi Dan Sumber Daya Mineral, saya baru separuh, sebelumnya ada pendahulu saya yang memimpin Kementerian ini, arahan Bapak Presiden empat tahun lalu sampai sekarang sama, yaitu semangat untuk menerapkan keadilan sosial. Jadi sila kelima ini menjadi sangat penting untuk semua kegiatan ekonomi," kata Jonan.

Jadi lewat program BBM satu harga, pemerintah merealisasikan harga BBM yang tadinya mahal di sejumlah daerah menjadi terjangkau di wilayah Indonesia.

Mengutip situs Kementerian ESDM, lewat program BBM Satu Harga tersebut, harga jual BBM yang sebelumnya di Kabupaten Puncak, Papua sebesar Rp 100 ribu, di Nunuka, Kalimantan Utara sebesar Rp 40 ribu, dan Pegunungan Arfak, Papua Barat sebesar Rp 30 ribu, menjadi sebesar Rp 6.450 untuk premium dan solar sebesar Rp 5.150 per liter.

Hingga 2018, realisasi BBM Satu Harga mencapai 131 titik. Diharapkan penyaluran BBM Satu Harga makin luas. Ditargetkan mencapai 160 titik untuk periode 2017-2019.

Pada peta jalan BBM Satu harga ini yang dimulai pada 2017 menunjukkan ada 57 titik dengan penyaluran program BBM Satu Harga yang dilakukan Pertamina mencapai 54 titik dan swasta tiga titik.

Kemudian 2018, ada 73 titik dengan dengan penyaluran BBM Satu Harga yang dilakukan Pertamina mencapai 67 titik dan swasta enam titik. Pada 2019, ditargetkan 30 titik dengan 29 titik yang dilakukan Pertamina dan satu titik oleh swasta.

 

2 dari 2 halaman

Perkembangan Berdasarkan Wilayah

Bila melihat per wilayah, program BBM Satu Harga di Sumatera ada 29 titik. Sebelumnya harga BBM di wilayah tersebut antara Rp 8.000-Rp 9.000.

Di Kalimantan ada 33 titik untuk program BBM Satu Harga. Sebelumnya harga BBM di wilayah tersebut Rp 8.000-Rp 40.000.

Sedangkan di Jawa dan Madura ada tiga titik dengan harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 10.000. Kemudian di Bali ada satu titik dengan harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 10.000.

Sementara itu, di Sulawesi dan Gorontalo ada 14 tiga titik dengan harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 10.000. Kemudian di Bali ada satu titik dengan harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 10.000.

Sementara itu, di Sulawesi dan Gorontalo ada 14 titik untuk program BBM Satu Harga dengan harga sebelumnya Rp 8.500-Rp 25.000. Di Nusa Tenggara ada 14 titik program BBM Satu Harga dengan harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 9.000.

Di Maluku dan Maluku Utara ada 11 titik untuk program BBM Satu Harga. Harga BBM sebelumnya Rp 10.000-Rp 12.000. Di Papua dan Papua Barat ada 26 titik untuk program BBM Satu Harga dengan harga sebelumnya Rp 12.000-Rp 100.000.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dua Sejoli Pacaran di Atas Motor yang Melaju
Loading
Artikel Selanjutnya
Timses Prabowo: Indonesia Saat Ini Krisis Energi
Artikel Selanjutnya
TKN Sebut Prabowo Panik dengan Mengimingi Kursi Menteri