Sukses

Jokowi Ajak Ibu-Ibu Tukar Sampah Jadi Emas

Liputan6.com, Bekasi - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hari ini kembali bertemu dengan 616 nasabah program Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) di Kecamatan Muara Gembong, Bekasi. Seperti pertemuan sebelumnya, Jokowi berpesan untuk bisa menggunakan pinjaman dana Mekaar lebih produktif.

Hanya saja di kesempatan ini, Jokowi juga mengajak para ibu-ibu nasabah Mekaar untuk mulai peduli terhadap lingkungan. Caranya dengan mengumpulkan sampah dan ditukarkan dengan tabungan emas.

Program tukar sampah dengan tabungan emas ini merupakan sinergi antara PNM dengan PT Pegadaian (Persero), yang salah satu produknya adalah tabungan emas.

"Jadi ini ibu-ibu juga harus peduli terhadap lingkungan. Bawa ke pengepul Pegadaian, lingkungan kita bersih, kita dapat emas," kata Jokowi di Bekasi, Rabu (30/1/2019).

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga berbincang dengan salah satu ibu-ibu nasabah Mekaar yang sudah memiliki tabungan emas dengan saldo 0,25 gram dari hasip mengumpulkan sampah plastik.

"Ini sudah 0,25 gram, bayangkan kalau sudah 10 tahun kan jadi banyak, pada pengen tidak?," tanya Jokowi ke ratusan ibu-ibu.

Program Mekaar ini, menurut Jokowi merupakan program unggulan dalam menjadikan ibu-ibu rumah tangga lebih produktif. Selain itu, juga mampu meningkatkan wisrausaha di Indonesia.

Dengan modal awal Rp 2 juta, Jokowi berharap usaha ibu-ibu rumah tangga ini ke depannya bisa naik kelas. "Saya akan terus pantau, saya akan cek dua hingga tiga tahun lagi saya ke sini, semoga usaha ibu-ibu sudah besar, pinjamannya sudah naik kelas ke KUR, modal Rp 100 juta, Rp 500 juta," pungkaa Jokowi.

2 dari 3 halaman

Keren, Sampah Plastik di Banyuwangi Bisa Ditukar Emas

Sebelumnya, sampah plastik di Banyuwangi kini bisa ditukarkan dengan emas. Hal tersebut diungkapkan Harianto Widodo, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk saat peresmian Bank Sampah The Gade Clean and Gold, di kawasan Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Banyuwangi.

"Untuk proses sampah menjadi emas, dimulai dari pemilihan sampah yang diambil dari sampah rumah tangga. Lalu masuk proses penyetoran, penimbangan, penghitungan, dan hingga tahap akhir hasil penimbangan ke dalam tabungan emas," ungkap Harianto, menurut informasi yang diterima Liputan6.com, Jumat (25/1/2019).

Setiap sampah plastik yang disetorkan warga di program Clean and Gold akan dikonversi dengan emas. Jumlah saldo yang tertera di dalam buku tabungan pun akan tertulis dalam jumlah gram emas.

Misalnya seorang ibu menyetor sampah yang sudah dipilah dengan nilai Rp 6500, berarti di saldo akan tertulis 0,01 gram dengan asumsi harga emas per gramnya Rp650 ribu. Demikian seterusnya seiring bertambahnya volume sampah yang dikumpulkan.

Nantinya pemilik tabungan bisa menjual emas yang ada di tabungannya apabila sudah mencapai satu gram. Atau bisa dicetak dalam bentuk emas batangan apabila sudah mencapai lima gram.

"Kalau sudah mencapai satu gram bisa dijual atau digadaikan pada kami, tapi harus disisakan di saldo sebesar 0,1 gram. Sedangkan untuk bisa dirupakan dalam bentuk emas kalau mencapai lima gram," terangnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Iskandar Azis menyampaikan bahwa program ini akan memberi dampak yang sangat positif bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dari sisi lingkungan.

"Semoga adanya Bank Sampah ini, masyarakat Banyuwangi semakin sadar akan artinya kebersihan. Sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Iskandar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Jokowi soal Ahok di BUMN: Bisa Jadi Direksi dan Komisaris
Artikel Selanjutnya
Ridwan Kamil: Pembangunan Daerah Harus Sinkron dengan Visi Indonesia Maju