Sukses

Dolar AS Tumbang, Harga Emas Melompat

Liputan6.com, Chicago - Harga emas naik 1 persen pada hari Jumat (Sabtu pagi WIB) karena dolar Amerika Serikat (AS) turun usai pejabat Bank Sentral AS atau The Fed mengeluarkan komentar yang memberi keraguan tentang prospek kenaikan suku bunga acuan. Sementara paladium mencetak rekor tinggi didorong kekhawatiran tentang pasokan jangka pendek.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (17/11/2018), harga emas di pasar spot emas naik 0,7 persen menjadi USD 1.221,04 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,5 persen menjadi USD 1.221,5 per ounce.

Dua pejabat The Fed memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi global melambat dan dolar jatuh ke posisi terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata uang utama, membuat logam mulia lebih murah untuk pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

"Ketika ekonomi melambat, The Fed mungkin tidak menaikkan suku bunga begitu cepat atau agresif dan itu menekn dolar AS," kata analis INTL FCStone Edward Meir.

Dukungan lebih lanjut untuk emas datang dari pasar saham global yang lebih lemah dan hasil obligasi AS yang lebih rendah. James Steel, Kepala analis logam HSBC Securities memperkirakan harga emas bakal naik menjadi USD 1.245-USD 1.250 per ounce.

Palladium naik 1,7 persen menjadi USD 1.176,7 per ounce naik lebih dari 5 persen sejak awal pekan ini. Logam mencapai rekor tertinggi USD 1.185,4 selama sesi.

“Pasar sedang mengalami defisit pasokan yang besar ”kata Meir.

Tak hanya emas dan paladium, harga perak naik 0,3 persen menjadi USD 14,33 per ounce, di jalur kenaikan mingguan lebih dari 1 persen. Platinum naik 0,1 persen menjadi USD 841,49, tetapi turun tipis untuk minggu ini.

Artikel Selanjutnya
Harga Emas Antam Dipatok Rp 659 Ribu per Gram
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Sentuh Kenaikan Tertinggi dalam Sepekan