Sukses

Bos Crown Paparkan Keuntungan Investasi Properti di Australia

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha properti Indonesia yang juga Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito mengajak warga Indonesia untuk berinvestasi dengan membeli hunian di Australia.

Sebab, kondisi perekonomian Negeri Kangguru dinilainya tetap stabil di tengah gejolak ekonomi global. Adapun Crown Group kini tengah menggarap hunian modern berkonsep alam di kawasan Waterloo, Australia, yakni Mastery by Crown Group.

Terdapat dua arsitek kenamaan asal Jepang yang juga diajak untuk membangun 5 apartemen di sana, yakni Kengo Kuma dan Koichi Takada.

Iwan akan membangun dan menumbuhkan komunitas baru di Waterloo yang berfokus pada gaya hidup resor dan hubungan mendalam dengan alam.

"Untuk mencapai visi monumental ini, kami (Crown Group) berkolaborasi dengan sosok idola saya, Kengototan Kuma. Kami juga senang dapat kembali bekerjasama dengan arsitek Jepang yang telah lama menetap di Australia dan kolaborator kami dalam berbagai proyek, Koichi Takada," ungkapnya di Fairmont Hotel, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Lewat kolaborasi ini, grup Crown menawarkan visi untuk mengubah Waterloo dari kawasan industri pinggiran di Kota Sidney menjadi hutan susun modern berkonsep natural yang dilengkapi banyak fasilitas.

Dia pun menyatakan, penjualan apartemen untuk Mastery by Crown Group Ini akan dimulai 17 November 2018, dengan konstruksi yang dijadwalkan selesai pada 2021.

"Sudah ada orang dari Indonesia yang tertarik. Ada 15 pembeli, dengan penjualannya 15 juta dolar (Australia). Target kita sebenarnya 20 juta dolar, tapi saya tidak akan terkejut jika target itu tercapai, bahkan melebihi itu," sambungnya.

Lebih lanjut, Iwan Sunito juga turut mengajak warga Indonesia untuk ikut berinvestasi membeli hunian di Australia. Sebab menurut dia, ada banyak keuntungan untuk menanam investasi di Negeri Kangguru, seperti ekonominya yang stabil.

"Misal kondisi makro, tentunya Australia enak karena semua orang mau pindah ke sana. Udaranya enak, ekonomi stabil, banyak juga orang Indonesia yang tinggal di sana. Selain itu, tax Australia juga 11 persen, jauh lebih kompetitif dari negara lain yang sering jadi tempat orang kita berinvestasi, seperti di Singapura," tutur dia.

 

2 dari 2 halaman

Sukses di Australia, Iwan Sunito Bakal Latih UKM Lokal

Sebelumnya, Yayasan Gilgal pada Rabu, 29 Agustus 2018 akan mengadakan seminar sekaligus pelatihan kepada pelaku Unit Kerja Mikro (UKM) di Pantai Indah Kapuk untuk membangkitkan jiwa entrepreneurship para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, lembaga turut menggaet pengusaha asal Surabaya yang sukses berkarier di Australia, Iwan Sunito.

Iwan Sunito merupakan pendiri dan CEO Crown Group Holdings, yakni salah satu perusahaan pengembang swasta terbesar di Australia. Pada akhir 2015, Iwan didaulat menjadi Property Person of The Year oleh Urban Task Force Australia.

Ketua Pelaksana Seminar yang juga salah satu pengurus Yayasan Gilgal, Suhardjo Cang, mengatakan, kehadiran Iwan sebagai tamu sekaligus motivator dalam acara besok telah berhasil menarik antusiasme masyarakat luas.

"Kali ini luar biasa, kolaborasi dgn pak Iwan sebagai magnet yang kuat membuat tiket banyak terjual. Update terakhir, terjual 1.250 tiket. Makanya kami coba membuka kursi tambahan sekitar 200, dan itu juga sudah terjual," papar dia di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2018.

Dia menambahkan, hasil penjualan tiket itu kemudian akan pihaknya salurkan dalam bentuk sumbangan yang selaras dengan visi misi Yayasan Gilgal.

Sementara itu, Iwan Sunito berpendapat, jiwa kewirausahaan seseorang akan muncul saat bekerja dengan orang lain.

"Sebenarnya di organisasi atau event itu banyak banget entrepreneur bisa berkembang walaupun enggak menjalankan bisnis sendiri. Entrepreneur create job," ujar dia.

Adapun alasan mengapa dia mau diikutsertakan dalam acara ini, Iwan menjawab, ingin berbagi kisah ke orang banyak untuk bisa menggapai kesuksesan dengan cara masing-masing.

"Ini sebetulnya menarik banget. Waktu diundang, saya diemin dulu cukup lama. Tapi setelah itu saya berpikir, I am ready for it. Saya mau berbagi cerita dengan orang banyak untuk bisa mengembangkan usaha dengan caranya sendiri," tutur dia.

 

 Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Artikel Selanjutnya
Pesan Antar Menlu RI dan Australia soal Yerusalem Diduga Bocor, Ini Respons Kemlu
Artikel Selanjutnya
19-10-2001: Gerbang Neraka Seakan Terbuka Saat Kapal Imigran Tenggelam di Dekat Indonesia