Sukses

Delegasi Asing Harap Pertemuan IMF-Bank Dunia Bantu RI Hadapi Bencana

Liputan6.com, Jakarta Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan IMF-Bank Dunia yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.

Sebelum pertemuan IMF-Bank resmi berlangsung, beberapa daerah di Nusantara terlanda bencana alam gempa bumi dan tsunami, seperti di Lombok Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

Kondisi bencana yang terjadi menuai perhatian dan keprihatinan para delegasi pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. Namun ini tak membuat kekhawatiran.

Seperti disampaikan Direktur Jenderal Kementerian Perekonomian Chad, Houle Djonkamla yang turut menyampaikan rasa prihatin atas bencana yang menimpa Indonesia.

Dia juga berharap, event besar ini sedikitnya dapat menolong Indonesia menghadapi masalah tersebut.

"Kita mendengar orang Indonesia beberapa waktu lalu mengalami kesulitan akibat itu. Kami harap dengan adanya pertemuan IMF-WBG ini bisa membantu Indonesia mengatasi kesulitan ini," ujar dia di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).

Meski tahu beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Bali, saat ini rawan terkena bencana alam, dia mengaku tidak takut karena merasa terlindungi orang-orang di sekitar.

"Iya, saya merasa aman, karena kita punya alasan untuk bisa nyaman di sini. Soalnya orang Indonesia berada bersama kami. Mereka senang dengan kedatangan kita, dan kita juga senang dengan keberadaan mereka yang mau membantu negara kami dengan adanya acara ini," tutur dia.

Sementara Dom Fleich, petugas pengamanan tim delegasi Jerman mengaku sempat khawatir. Namengatakan tetap harus mampir ke Pulau Dewata karena telah menerima undangan untuk acara ini.

"Kalau boleh jujur, saya sebenarnya khawatir. Tapi saya harus berada di sini," kata dia ketika ditanyai Liputan6.com di The Westin Resort.

Meski begitu, sampai hari ketiga penyelenggaraan acara, ia mengaku situasi di Bali masih aman terkendali. "Di sini sangat aman," ungkap dia.

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

 

2 dari 2 halaman

Bos IMF Senang Lihat RI Bangun dan Ekspor Pesawat

Direktur Pelaksana International Monetery Fund (IMF), Christine Lagarde, mengaku sangat terkesan melihat perkembangan industri strategis, pariwisata dan financial technology (fintech) Indonesia.

Hal tersebut diutarakannya ketika mengunjungi Indonesia Pavilion yang terdapat di area utama Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) pada Rabu 10 Oktober 2018.

"Saya senang Indonesia bisa membangun pesawat sendiri dan bisa mengekspornya ke luar dengan menggunakan material sendiri," ujar Lagarde ketika mengunjungi area showcase manufacture, seperti dikutip dari keterangan tertulis Rabu (10/10/2018).

Lagarde juga terpukau ketika melihat miniatur proyek Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wanita asal Prancis itu sempat mengungkapkan ketertarikannya dengan KEK Mandalika setelah mengetahui wilayah ini terbebas dari kerusakan saat gempa mengguncang Lombok pada Juli lalu. "Berarti saya harus membeli rumah atau villa di sana," kata Lagarde tersenyum.

Tak hanya terkesima dengan pembangunan infrastruktur dan wisata Indonesia, Lagarde juga menunjukkan perhatiannya ketika menyambangi para pengrajin batik, lukis kipas dan tenun di area Workshop. Dia bahkan sempat berinteraksi langsung dengan para pengrajin lukis kipas.

Kunjungan Lagarde di Indonesia Pavilion kian menarik perhatian ketika dia menghampiri seniman musik Sasando. Ia bahkan sempat meminta pemain Sasando tersebut membawakan salah satu lagu kesukaannya.

"Ibu minta saya mainkan lagu Let It Be milik The Beatles. Ya, lumayan grogi," ungkap Ivan, Pemain Sasando.

Antusiasme Lagarde dengan Indonesia juga ditunjukkan saat dia melihat hasil kerajinan tangan dari kekayaan alam Indonesia. Dia terlihat banyak mengajukan pertanyaan tentang perhiasan berbahan perak dan mutiara yang dipamerkan.

"Ibu Lagarde tertarik sekali dengan perhiasan berbahan silver dari Bali dan pearl. Beliau bilang, di Prancis tidak ada yang seperti itu setelah kami sampaikan bahwa perhiasan mutiara ini semuanya berasal dari laut Indonesia," ungkap Angga Risnando, salah satu Marketing Executive yang memandu kunjungan Lagarde di Indonesia Pavilion.

Dalam kesempatan itu, Lagarde juga mengungkapkan kekagumannya setelah mengetahui, pengunjung Paviliun Indonesia dapat mengetahui langsung harga produk-produk yang ditampilkan dalam area UMKM melalui aplikasi smartphone.

"Ini bagus sekali. Sangat fintech. Kalian selangkah lebih maju," tutur Lagarde.

Sepanjang kunjungannya, Lagarde terlihat menikmati perjalanannya menyusuri area showcase Indonesia Pavilion yang luasnya lebih dari 2000 meter tersebut. "Indonesia Pavilion sangat mengesankan," ujar dia.

 

 

 

Artikel Selanjutnya
Lewat Teknologi Online, Masyarakat Kecil Bisa Bersaing dengan Orang Kaya
Artikel Selanjutnya
90 Persen Jaringan Komunikasi Telkomsel Pulih, Aktivitas Komunikasi Kembali Normal