Sukses

Dua Faktor Ini Bikin Saham BUMN Tambang Melonjak

Liputan6.com, Jakarta - Saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak di sektor tambang bergerak positif pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Ekspor batu bara Indonesia meningkat dan ditekennya penandatangan Head of Agreement (HoA) PT Freeport Indonesia terkait pengambilalihan saham dinilai jadi sentimen saham tambang BUMN.

Mengutip RTI, Kamis (12/7/2018), saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 3,93 persen ke posisi Rp 4.230 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 9.387 kali dengan nilai transaksi Rp 207,2 miliar. Pada Kamis pekan ini, saham PTBA sempat berada di level tertinggi 4.260 dan terendah 4.070.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menanjak 1,78 persen ke posisi Rp 860 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.105 kali dengan nilai transaksi harian saham Rp 64 miliar.

Harga saham PT Aneka Tambang Tbk sempat berada di level tertinggi Rp 865 dan terendah Rp 840 per saham.

Sementara itu, saham PT Timah Tbk (TINS) naik tipis 0,61 persen ke posisi Rp 820 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.092 kali dengan nilai transaksi Rp 15,4 miliar.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan,  pelaku pasar mengapresiasi langkah pemerintah melalui PT Inalum untuk akuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Nafan menilai, sentimen itu bisa pengaruhi saham tambang BUMN. Ditambah kinerja ekspor batu bara Indonesia juga meningkat. "Ekspor batu bara naik 33 persen,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

 

2 dari 2 halaman

Inalum Resmi Caplok 51 Persen Saham Freeport

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyaksikan penandatanganan pokok-pokok kesepakatan divestasi saham PT Freeport Indonesia antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dan Freeport McMoran Inc. Inalum diwakili oleh Direktur Utama Budi Gunadi sementara Freeport diwakili oleh Presiden Direktur McMoran Richard Adkerson.

"Pada hari ini tanggal 12 Juli 2018, hari Kamis baru saja dilakukan Head of Agreement (HoA) antara Inalum dengan Freeport McMoran (FCX) dan Freeport Indonesia, Rio Tinto," ujar Menkeu Sri di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.

Menkeu Sri mengatakan, Head of Agreement (HoA) ini merupakan suatu langkah maju dan strategis untuk mewujudkan kesepakatan Republik Indonesia dan PT Freeport Indonesia dan Freeport McMoran pada 27 Agustus 2017 lalu.

"Dengan ditandatanganinya Head of Agreement, maka telah dicapai proses divestasi sebagaimana telah dilakukan penandatangan oleh Inalum dan Freeport McMoran," jelas Sri Mulyani.

Penandatanganan ini juga dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Sementara Freeport dihadiri juga oleh Executive Director Freeport IndonesiaTony Wenas.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Saksikan Live Streaming EGTC Malang 2018

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Begini Strategi Investasi Saat Pasar Saham Tertekan
Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Memerah ke Posisi 5.839,2