Sukses

Menpar: Bisnis di Sektor Pariwisata Harus Kreatif

Liputan6.com, Yogyakarta - Pengusaha yang berhubungan dengan sektor pariwisata dinilai harus memiliki ide kreatif untuk bisa mengembangkan bisnisnya. Sebab ide kreatif ini yang bisa membawa pengusaha menikmati hasil ekonomi yang baik.

"Jadi tidak hanya pariwisata itu sendiri tapi gabungkan dengan properti itu. Kalau kita bangun tol kalau bangun tol itu 20 tahun, BEP-nya semua pintu tol itu kan investor jadi harus kreatif jadi gabungkanlah wisata dan properti," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya di Yogyakarta, Rabu (14/3/2018).

Selain tol, dia mencontohkan salah satu perpaduan antara pariwisata dan properti, terkait keberadaan Bandara Kulonprogo.

"Kalau pariwsiata bergabung dengan properti, begitu bandara selesai minimal tanah naik tiga kali lipat lalu tanahnya dijamin clean and clear. Sekarang di kita tanah masih 500 ribu dah dapat kalau nanti dah jadi bisa sampai berapa ? jadi poin saya bisnis harus kreatif," jelas dia.

Namun dia berharap, agar para investor yang masuk dalam bisnis pariwisata berasal dari dalam negeri dan bukan dari asing atau luar negeri. Walaupun pada akhirnya investor asing lebih banyak yang masuk.

"Kita tidak utamakan asing. Beberapa kali forum yang datang orang kita sendiri tapi kenapa orang kita tidak invest. itu lho," dia menjelaskan.

 

 

1 dari 2 halaman

Satu Pintu

Arief mengatakan untuk mempermudah para investor masuk di kawasan strategis seperti bandara baru maka perlu adanya satu pintu pengelolaan. Satu pintu ini masuk dalam badan otorita yang terdiri dari para pejabat mulai dari tingkat kabupaten kota hingga kementrian dan ia menjamin tidak ada isu clear and clean tanah.

"Ada 309 ha didalam zona itu tidak ada akan masalah dan akan cepat karena Pelayanannya Terpadu Satu Pintu (PTSP) semua dinas di daerah ditarik dalam zona otorita nanti ada kantor didalam zona itu," katanya.

Sehingga nantinya, semua pelayanan diberikan dalam satu sistem menjadi jelas. Tidak ada lagi saling lempar tanggung jawab dari para pejabat. "Lempar sana lempar sini tidak ada, jadi cukup investor dateng ke satu titik lalu dilayani," tegas dia.

Ia mencontohkan pelayanan usaha ini seperti di Nusa Dua. Semua orang yang akan investasi akan dilayani dengan sangat mudah melalui PTSP itu.

" Itu kelak akan terjadi di Jogja. itu yang dimaui oleh pak presiden. Kita single submission jadi sekali menyerahkan sekali saja," katanya.

Senada, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memastikan akan ada satu pintu layanan bagi para investor. Sebab saat ini hampir semua investor mengeluhkan regulasi yang berubah dan persyaratan yang ada untuk membangun usaha.

"Jadi yang isi semua regulasi itu bukan investor bukan masyarakat tapi pejabat. Kalo lama ya pejabat ya tanggung jawab ya petugas," katanya.

Sistem ini sebenarya sudah diluncurkan sejak Januari 2018 lalu oleh Presiden Joko Widodo. Harapannya operasional PTSP bisa berlangsung sebelum Maret. "Perijinan bukan tanggung jawab investor tapi pejabat, pejabat harus mengurusnya sampai selesai," katanya. 

Artikel Selanjutnya
Lewat Pertemuan IMF-World Bank, RI Siap Promosi 6 Daerah Wisata
Artikel Selanjutnya
Vietnam Jadi Pesaing RI di Sektor Pariwisata Tahun Ini