Sukses

Bingung Bedanya Meterai 3000 dan 6000? Intip Cara Penggunaannya

Liputan6.com, Jakarta - Meterai sering digunakan dalam penandatanganan surat berharga. Tujuannya adalah untuk memberikan nilai hukum pada sebuah dokumen. Sehingga, tatus dokumen tersebut setelah diberi meterai akan berubah menjadi surat berharga.

Biasanya, untuk urusan tanda tangan ini digunakan meterai 6000. Meski demikian, ada dua jenis meterai yang bisa ditemukan di masyarakat yakni meterai 6000 dan materai 3000.

Lalu bagaimana penggunaan keduanya?

Menurut Pasal 2 PP No 24 tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Meterai dan Besarnya Batas Pengenaan Harga Nominal. Berikut adalah pasal 2 ayat 1-4 UU No 13 tahun 1985 yang mengatur perihal penggunaan meterai.

Pasal 2:

1. Dikenakan Bea Meterai atas dokumen yang berbentuk:

a. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat perdatab. Akta-akta notaris termasuk salinannyac. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah termasuk rangkap-rangkapnyad.

Surat yang memuat jumlah uang lebih dari Rp 1.000.000: 1) Yang menyebutkan penerimaan uang 2) Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di bank 3) Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank 4) Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan.

Surat berharga seperti wesel, promes, aksep, dan cek yang harga nominalnya lebih dari Rp 1.000.000f. Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun, sepanjang harga nominalnya lebih dari Rp.1.000.000.

2. Terhadap dokumen sebagaimana dalam ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, dan huruf f dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar Rp 1.000.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Dikenakan pula Bea Meterai sebesar Rp 1.000 atas dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan:a. Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaanb. Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya, jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain, lain dari maksud semula

4. Terhadap dokumen sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf d, huruf e, dan huruf f, yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp 100.000 tetapi tidak lebih dari Rp 1.000.000 dikenakan Bea Meterai dengan tarif Rp 500 dan apabila harga nominalnya tidak lebih dari Rp 100.000 tidak terhutang Bea Meterai.

Singkatnya, meterai 6000 digunakan untuk dokumen yang nilainya lebih dari Rp 1.000.000 seperti surat perjanjian, akta pembuatan tanah, akta notaris dan berbagai jenis dokumen lainnya. Sedangkan untuk dokumen yang nilainya berada para rentang lebih dari Rp 250.000 dan kurang dari Rp 1.000.000 maka akan menggunakan materai 3000. Untuk dokumen yang nilainya kurang dari Rp 250.000 tidak akan dikenakan meterai.

Nah itu tadi penjelasan tentang penggunaan meterai. Sekarang sudah jelas bukan?

Reporter: Andi Rosita Dewi

Sumber: Dream.co.id

Artikel Selanjutnya
Berkat Jamur, Wanita Ini Sulap Modal Minim Jadi Omzet Rp 60 Juta
Artikel Selanjutnya
Marak Penembakan di Sekolah, SD di Amerika Serikat Punya Ruang Anti-Peluru