Sukses

Bekasi Fajar Industrial Raih Pinjaman Rp 1 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), perusahaan bergerak di pengembangan, pembangunan dan pengelolaan kawasan industri mendapatkan pinjaman US$ 75 juta atau sekitar Rp 1 triliun (asumsi kurs Rp 13.437 per dolar Amerika Serikat).

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/2/2018), perseroan beserta anak-anak perusahaannya yaitu PT Bekasi Matra Industrial Estate, PT Bekasi Surya Pratama dan PT Best Sinar Nusantara telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman baru dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Bangkok Bank Public Company Limited Jakarta Branch. Bank tersebut sebagai original lender. Adapun pinjaman tersebut dapat ditingkatkan hingga US$ 130 juta.

Sekretaris Perusahaan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk, Herdian mengatakan, pinjaman tersebut dipakai untuk refinancing terhadap pinjaman fasilitas sindikasi yang ada.

Selain itu, penggantian biaya terhadap biaya dan ongkos yang telah dikeluarkan oleh perseroan dan anak usaha perseroan sehubungan pembangunan infrastruktur dan fasilitas kawasan industri.

Pinjaman tersebut bertenor 96 bulan sejak penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman. Bunga pinjaman 5,5 persen plus London Interbank Offered Rate (LIBOR) tiga bulan.

"Tersedianya dana ini untuk mendukung arus kas dalam menunjang kegiatan usaha Perseroan," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Gubernur Lampung Ingin Bangun Kawasan Industri

Sebelumnya, 2 Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Provinsi Lampung secara resmi telah dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo berharap, kehadiran jalan tol baru tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Lampung.

"Kita sebagai masyarakat Lampung tentunya tidak ingin hanya melihat sekadar orang lewat saja di tol itu. Saya berharap agar keberadaan tol ini ikut memberikan kesejahteraan kepada masyarakat lampung," tuturnya di Bakauheni, Minggu 21 Januari 2018.

Dia mengatakan, keberadaan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang membelah provinsi Lampung bisa dikembangkan dengan membuka kawasan industri strategis di pesisirnya.

"Kurang lebih 10 km dari sini (Bakauheni) ada lahan seluas kira-kira 3 ribu hektare, milik pemerintah pusat. Itu bisa jadi lahan eksekusi untuk dijadikan kawasan industri strategis. Kebetulan lahannya juga berada dari pinggir jalan tol," tukas dia.

"Jika itu dibuka, nantinya bisa membuka lapangan kerja, minimal puluhan ribu lapangan kerja untuk anak-anak Lampung," tambah Ridho.

Kehadiran kawasan industri strategis tersebut, lanjut dia, dapat memberikan nilai tambah untuk produk-produk Lampung, sehingga bisa betul-betul memberikan kesejahteraan kepada warga Lampung. Apalagi saat ini Lampung merupakan salah satu sumber pangan nasional.

"Kebetulan kita peringkat keempat dalam surplus beras, belum komoditas lainnya seperti kopi, lada, dan cengkeh. Begitu banyak produk-produk Lampung yang ke luar dari sini dalam bentuk pangan mentah," terangnya.

Artikel Selanjutnya
Bank Mandiri Tambah Pasokan Kartu E-Money Jelang Lebaran
Artikel Selanjutnya
Blue Bird Bagi Dividen Rp 51 per Saham