Sukses

Menteri Rini Pilih Indramayu Jadi Contoh Digitalisasi Pertanian

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengadakan kunjungan kerja ke Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis ini. Salah satu agenda dalam kunjungan tersebut adalah melakukan penanaman padi rakyat di Desa Majasari, Kecamatan Sliyek.

Penanaman padi ini menjadi bagian dari program pembinaan beberapa BUMN dalam meningkatkan kesejahteraan petani Indramayu. BUMN memang tengah fokus melakukan pembinaan petani di Indramayu mulai dari penanaman hingga pasca panen.

Rini mengatakan, saat ini Indramayu dipilih oleh BUMN sebagai pilot project dalam mewujudkan digitalisasi pertanian. Maka dari itu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, beberapa BUMN lainnya tengah mengembangkan berbagai teknologi dalam mendukung sektor pertanian.

"Kita tahu Indramayu itu tanahnya subur sekali, makanya kita konsentrasikan di sini untuk meningkatkan kesejahteraan petani," kata Rini di Indramayu, Kamis (11/1/2018).

Hadir menemani Rini Soemarno dalam menanam padi rakyat kali ini diantaranya Bupati Indramayu Anna Sopanah, Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga, Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin dan pejabat daerah lainnya.

Selain itu, Menteri Rini juga menyaksikan penandatangan MoU antara BUMN dengan Mitra BUMDes Nusantara (MBN). Menurut Rini, BUMDes merupakan bentuk kepedulian Kementerian BUMN, melalui BUMN, dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian desa.

"Kami melihat, kesejahteraan masyarakat Indonesia akan tercapai kalau bisa sejahterakan desa," ujar Rini.

Karena itu, Menteri Rini menambahkan, pihaknya mendorong BUMN untuk lebih peduli ke desa. Caranya, antara lain dengan melakukan kerja sama dengan BUMDes di desa-desa di seluruh Nusantara.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Program BUMNDes

Sebagai informasi, saat ini tercatat ada 78 ribu desa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah BUMDes per akhir 2017 mencapai 22 ribu unit.

Program BUMDes yang telah dimulai pelaksanaannya pada 2017 ini juga merupakan bentuk pembelajaran agar usaha usaha di desa bisa melakukan kegiatannya dengan mengedepankan prinsip korporasi.

Dengan program ini, mitra usaha BUMN di desa bisa melakukan aktivitas usaha yang produktif, sesuai dengan potensi terbesar di desa tersebut. 

Artikel Selanjutnya
Menteri Rini Jajal Pertama Kali Kereta Inspeksi Generasi 2
Artikel Selanjutnya
Ingin Izin Dipercepat, Menteri Rini Lobi Wagub Sandi