Sukses

Pindad Bakal Produksi 100 Medium Tank di 2018

Liputan6.com, Jakarta - PT Pindad (Persero) akhirnya menyelesaikan pengembangan produk terbarunya berupa kendaraan tempur, medium tank. Pengembangan medium tank ini dari hasil kerjasama dengan perusahaan Turki, FNSS.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan pihaknya telah menggelar sarasehan atas keberhasilan perusahaan dalam mengembankan produk barunya ini di Bandung.

Untuk tahap awal, Pindad berencana mulai memproduksi medium tank ini sebanyak 100 unit pda 2018. Semua tank itu akan diperuntukkan bagi TNI.

"Untuk kebutuhan TNI, medium tank ini akan menggantikan alutsista TNI yang sudah lama seperti Tank Saladin, yang saat ini kurang lebih ada 300 unit. Tapi tahun depan kita baru akan produksi 100 unit," kata Abraham di IBDExpo 2017, Rabu (20/9/2017).

Mengingat ini produk baru dan rencana produksi yang tidak sedikit, Pindad akan menggandeng beberapa perusahaan dalam mempercepat produksi. Karena Pindad memiliki batas kapasitas produksi di bandung untuk jenis kendaraan tempur.

Rencananya medium tank ini akan dikenalkan dan diluncurkan Pindad pada HUT TNI di 5 Oktober 2017. Dengan adanya produk baru ini, maka akan melengkapi produk kendaraan tempur pindad setelah sebelumnya ada Panser Anoa, Badak, dan lain sebagainya.

"Kita harapkan kontrak dengan TNI nanti bisa dilakukan sevara multi years, sehingga kita bisa bekerjasama dengan vendor lain. Jadi produksi medium tank jalan, produksi kendaraan tempur lainnya juga jalan," tutup Abraham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Luar negeri

Abraham menjelaskan, produk Pindad juga telah diekspor ke beberapa negara, mulai dari ASEAN hingga Timur Tengah. Secara khusus di Timur Tengah, nama Pindad mulai naik daun. Beberapa negara mulai tertarik dengan produk-produk unggulan Pindad, seperti senjata dan kendaraan tempur.

Abraham mengungkapkan mulai tenarnya Pindad di Timur Tengah dibuktikan dengan banyaknya perusahaan tengah menjajaki kerja sama dengan Pindad.

"Bahkan ada beberapa negara di Timur Tengah yang mengajak kita untuk buka pabrik perakitan di negaranya. Itu karena mereka melihat produk Pindad ini unggul," kata Abraham.

Hanya saja, dia masih enggan mengungkapkan negara mana saja yang mengajak Pindad untuk membuka pabrik di Timur Tengah.

Saat ini, beberapa produk yang sudah diekspor ke timur tengah mulai dari senjata, amunisi, dan kendaraan tempur. Kendaraan tempur untuk jenis Anoa inilah yang menjadi primadona negara-negara gurun.

Makin produk Pindad tenar, kata Abraham, ini tidak terlepas dari peran TNI dalam menggunakan produk-produknya. Salah satu yang sangat membantu promosi produk Pindad adalah dengan menjuarai lomba tembak kelas dunia.

 

Loading