Sukses

2 Alasan Orang Indonesia Suka Belanja Online

Liputan6.com, Jakarta - Sektor e-commerce terus mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir di Tanah Air. Hal ini tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi dan besarnya jumlah penduduk Indonesia.

‎General Manager lembaga riset Kantar Worldpanel Indonesia Venu Madhav menyatakan, Indonesia menawarkan pasar e-commerce yang sangat menjanjikan. Sebab, setengah dari 250 juta populasi Indonesia merupakan masyarakat berumur di bawah 30 tahun yang sudah sangat fasih dengan dunia online.

"Sejalan dengan berbagai tren yang terjadi seperti meningkatnya penetrasi smartphone, urbanisasi, dan peningkatan pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income) di kalangan masyarakat Indonesia, bisnis e-commerce diharapkan dapat memberikan performa yang lebih baik," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Namun khususnya di bidang fast moving consumer goods (FMCG), tercatat hanya sejumlah 1,9 persen saja rumah tangga di daerah urban Indonesia yang melakukan pembelian dan transaksi melalui e-commerce.

"Walaupun angka penetrasi ini terbilang kecil, pertumbuhan dari rumah tangga yang melakukan belanja FMCG melalui portal online meningkat sangat pesat dari tahun ke tahun," lanjut dia.‎

Menurut Venu, pertumbuhan ini terjadi karena adanya permintaan yang besar dari konsumen yang dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, ‎meningkatnya frekuensi belanja FMCG akibat promosi, konsumen dari berbagai lapisan ekonomi menyukai penawaran yang menurut mereka menguntungkan.

"Pada pasar online, harga yang tergolong murah dan seringnya promosi menjadi hal yang dianggap menguntungkan bagi konsumen. Itulah alasan dari terus bertumbuhnya pasar online di Asia, termasuk Indonesia," kata dia.‎

Kedua, k‎einginan konsumen untuk mendapatkan kenyamanan dan kemudahan akses dalam berbelanja, baik di lingkup global maupun lokal. Menurut dia, kenyamanan dan kemudahan akses merupakan hal yang mempunyai pengaruh cukup besar, khususnya pada kalangan konsumen dengan gaya hidup modern kesehariannya disibukkan oleh urusan pekerjaan.

"Pada kalangan ini, pasar online menjadi alternatif dimana dapat memudahkan konsumen untuk membantu mereka membuat keputusan belanja di mana pun dan kapan pun," ungkap dia.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Pasar offline

Sementara itu, Vice President Go-Food Nadia Tenggara menyatakan, 65 persen dari penjualan Go-Mart saat ini didominasi oleh pembelanjaan produk FMCG dengan performa yang terus mengalami peningkatan sebesar 5 persen dari bulan ke bulan.

Menurut dia, peningkatan populasi kalangan menengah di Indonesia telah menyebabkan kenaikan yang signifikan pada penetrasi smartphone dan aplikasi seluler, ditambah dengan keadaan lalu lintas di kota-kota besar yang kurang kondusif, telah menyebabkan adanya pergeseran pada perilaku belanja masyarakat.

"Konsumen menginginkan kenyamanan seperti yang ditawarkan oleh proses belanja online, sehingga pasar online semakin meningkat, termasuk untuk produk FMCG. Melihat trend yang ada di konsumen dan juga lewat pemaksimalan seluruh potensi dari pasar e-commerce dengan meminimalisir berbagai halangannya, kita dapat mengharapkan pasar online akan terus bertumbuh pada sektor FMCG," jelas dia.‎

Meskipun begitu, kata Nadia, para pelaku bisnis FMCG di Indonesia tetap perlu memperhatikan agar tidak meninggalkan fokusnya pada pasar offline bersamaan dengan terus mengeksplor kesempatan pada sektor e-commerce.

"Hal ini dikarenakan baik channel penjualan online maupun offline memiliki peranan yang sama penting dalam menarik minat konsumen," tandas dia.‎