Sukses

Mau Bisnis dengan Teman? Ketahui Dulu 4 Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta - Jika kita lihat, banyak pebisnis sukses dunia yang membangun kerajaan bisnis bersama teman. Sebut saja Mark Zuckerberg yang mendirikan Facebook bersama teman sekampusnya, Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, dan Chris Hughes. Lalu ada Larry Page yang mendirikan Google bersama Sergey Brin.

Banyak yang menganggap bisnis bersama teman merupakan jalan menguntungkan. Keuntungannya, Anda bisa patungan modal, bisa bertukar pikiran, dan melengkapi kemampuan masing-masing. Meski demikian, membangun bisnis bersama teman juga punya tantangan tersendiri.

Jika Anda mampu membentuk tim yang kuat, mungkin saja Anda mengikuti jejak sukses mereka. Namun  sebelum memulai bisnis dengan teman, simak dulu beberapa hal berikut seperti dikutip dari CekAja.com:

1. Berbagi tanggung jawab

Bagi tugas sesuai keahlian dan kelebihan masing-masing. Misalnya kalau teman jago desain produk, sedangkan Anda lebih senang melakukan manajemen, sinergikan kemampuan ini. Fokus pada apa yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

Saling memberi masukan boleh saja, tapi kalau terlalu mencampuri tanggung jawab teman, akibatnya pekerjaan lainnya terbengkalai. Yang lebih gawatnya, Anda jadi adu argumen kalau teman memaksakan pendapat pada hasil kerja Anda. Tapi bukan berarti Anda jadi malas bertukar pikiran dengan teman ya.

2. Bicarakan risiko terburuk sejak awal

Namanya baru memulai bisnis pasti inginnya bisnis maju pesat dan menghasilkan profit berlimpah. Sah-sah saja membayangkan hal ini, tapi Anda juga harus memikirkan risiko terburuk. Lawan manis, pasti ada pahit bukan?

Hal terburuk dari berbisnis adalah merugi lalu gulung tikar. Oleh karenanya, Anda harus terbuka dengan ketakutan ini dan mediskusikannya bersama teman. Selain itu, tetapkan sejak awal keuntungan masing-masing sehingga tidak terjadi kesalahpahaman ketika bisnis suskes.

2 dari 2 halaman

Selalu terbuka

3. Selalu terbuka

Dalam berbisnis, hal-hal emosional seperti pertemanan bisa menjadi penghambat. Misalnya perasaan sungkan karena dia lebih dominan, atau sebal ketika merasa dilangkahi. Kuncinya, selalu terbuka dengan apa yang Anda rasakan.

Terkadang hal emosional harus dikesampingkan demi profesionalitas. Ini artinya Anda berhak menegur ketika teman bermalas-malasan atau kurang bertanggung jawab. Jangan karena dia teman Anda, Anda jadi sungkan. (Baca juga: Tips Sukses Membangun Kembali Bisnis yang Bangkrut)

Ketika hal ini mampu Anda tangani, Anda akan lebih nyaman dalam menjalankan bisnis. Membangun sesuatu dari nol hingga menjadi sukses bersama orang terdekat tentu sebuah pencapaian yang luar biasa.

4. Selalu cari ide baru, bahkan jika harus merekrut teman lain

Katakanlah Anda punya banyak kesamaan dengan teman. Misalnya latar belakang pendidikan yang sama, kepribadian mirip, dan pengalaman hidup yang tidak jauh berbeda karena dibesarkan di lingkungan yang sama, sehingga Anda sangat klop dengan dia. Namun jangan salah, kesamaan ini justru bisa membuat bisnis jalan di tempat lho.

Sebab, kalian berdua tidak mewarnai gagasan dengan ide-ide baru karena kesamaan sudut pandang. Kalau sudah begini, Anda harus mempekerjakan orang yang dapat memberikan prespektif, ide-ide, dan angin segar pada bisnis.

Loading